Ilustrasi.
Ilustrasi.

Edukasi Masyarakat Demi Paham Perlindungan Data Pribadi

Teknologi Kominfo teknologi cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 18 Juni 2021 09:58
Jakarta: Bicara mengenai manfaat dari teknologi digital yang didorong oleh internet pasti tidak bisa dilepaskan dari ancaman yang menghantui penggunanya. Serangan siber atau kejahatan siber bukan lagi soal virus atau malware yang menyusup dan merusak perangkat tapi juga mengancam data pribadi yang tersimpan dan rentan digunakan tanpa izin untuk hal buruk atau merugikan.
 
Makanya penting bagi siapapun atau masyarakat Indonesia untuk memahami perlindungan data pribadi. Hal ini tentu saja bisa dicapai dengan meningkatkan literasi digital di Indonesia. Makanya Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng sejumlah pihak menggelar program Gerakan Nasional Literasi Digital 2021.
 
Program ini dilaksanakan di 514 kabupaten atau kota seluruh Indonesia dalam bentuk webinar, salah satunya yang berlangsung pada 15 Juni 2021 dengan tema "Memahami Perlindungan Data Pribadi".

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni yang membuka sesi tersebut menyampaikan bahwa publik masih belum menempatkan data pribadi di ruang digital sebagai hal yang harus dilindungi. Dia menyebut contoh kasus ini bisa dengan mudah ditemukan di media sosial.
 
"Ketika akan menggunakan sejumlah platform umumnya pengguna juga belum secara utuh memahami kebijakan privasi. Sejatinya, sudah menjadi tugas negara untuk melindungi masyarakat dalam hal melindungi data pribadi masyarakat," ujarnya.
 
Sandi Nayoan yang merupakan mantan aktor lawas sekaligus Dosen Universitas Gunadarma memaparkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sendiri sudah merilis Peraturan Menkominfo No. 20 Tahun 2018 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.
 
"Di dalamnya memuat ketentuan tentang hak pemilik data pribadi, kewajiban pengguna data pribadi, kewajiban penyelenggara sistem elektronik, serta penyelesain sengketa," tuturnya. Makanya menurut dia semua pihak sudah seharusnya memahami dan menjamin perlindungan data pribadi di platform digital.
 
Ramainya serangan atau kejahatan siber yang dipicu oleh beredarnya data pribadi juga terbukti lewat data yang dibeberkan oleh Rita Gani selaku anggota relawan Mafindo sekaligus pengajar di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung.
 
"Pada Januari hingga November terjadi sebanyak 4.250 kasus. Perlu menerapkan keamanan digital yaitu proses memastikan penggunaan layanan digital baik secara online maupun offline dapat dilakukan secara aman dan nyaman," ucap Rita.
 
Co-founder startup Localin, Muhammad Bima Januri yang juga menjadi narasumnber menyebutkan bahwa data pribadi tidak hanya sekadar nama, tanggal lahir, dan sejenisnya namun juga mencakup alamat email, IP address, nomor telepon, dan lokasi pengguna platform digital saat sedang mengaksesnya. Dia membagikan beberapa tips untuk siapapun melindungi data pribadinya di internet atau platform digital.
 
Pertama, gunakan password atau kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap platform serta diperbarui secara berkala. Jadi peluang untuk pelaku kejahatan siber menembus atau merebut akses di akun platform digital Anda semakin sulit. Cek juga akses yang diminta oleh aplikasi yang terpasang di perangkat atau browser. Bagaimana jika perangkat terlanjur diretas?
 
"Putus koneksi dengan internet dulu, kalau email masih dalam keadaan login secepatnya lakukan log out dulu kemudian ganti password. Berikan kabar ke orang terdekat bahwa nomor atau akun kita sedang di-hack dan kita bisa melaporkan hal ini kepada cybercrime di kepolisian," jelas Januri.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif