Go-Jek Rilis Aplikasi Beta di Singapura
Go-Jek rilis aplikasi beta di Singapura. (MI / Galih Pradipta)
Jakarta: Go-Jek siap untuk bersaing di pasar transportasi online Asia Tenggara.

Setelah masuk ke pasar Vietnam beberapa bulan lalu, Go-Jek kini meluncurkan versi beta dari aplikasinya di Singapura. Prototipe itu akan meluncur secara bertahap untuk menyeimbangkan permintaan dan ketersediaan layanan.

Sementara itu, CNET melaporkan bahwa mereka menemukan aplikasi Go-Jek di Apple App Store, tapi tidak di Google Play Store. Diduga, aplikasi Go-Jek akan resmi diluncurkan pada awal tahun depan.

"Dengan bangga, kami akan meluncurkan layanan kami di Singapura," kata President Go-Jek, Andre Soelistyo. "Kami meluncurkan versi beta sekarang, sementara itu, kami akan menyempurnakan aplikasi kami untuk bisa memenuhi standar tinggi di Singapura."

Go-Jek meluncurkan versi beta dari aplikasinya satu bulan setelah mereka membuka pendaftaran untuk para pengendara pada bulan lalu.

Ini memperkuat dugaan bahwa mereka akan meluncurkan layanan mereka secara resmi pada awal tahun depan. Di Vietnam, Go-Jek meluncurkan layanannya secara resmi enam bulan setelah mereka memperkenalkan layanan mereka.

Saat ini, masih belum diketahui apakah Go-Jek akan mengganti nama layanan mereka atau layanan apa saja yang akan mereka tawarkan di Singapura, terutama karena Singapura tidak mengizinkan keberadaan ojek.

Ketika Go-Jek tersedia di Singapura, ini akan membuat persaingan di industri transportasi online memanas. Saat ini, Grab menguasai pasar transportasi online setelah mereka menyerap bisnis Uber di Asia Tenggara.

Akuisisi ini menimbulkan kekhawatiran karena Grab dianggap berusaha memonopoli industri transportasi online walau ada perusahaan transportasi online lain di Singapura, seperti Ryde dan Tada.

(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.