Tongdun Technology menyebut edukasi masih menjadi hal yang perlu dilakukan pelaku industri fintech.
Tongdun Technology menyebut edukasi masih menjadi hal yang perlu dilakukan pelaku industri fintech.

Edukasi Masih Jadi PR Pemain Fintech

Teknologi teknologi
Lufthi Anggraeni • 17 Januari 2019 08:37
Jakarta: Di tengah perkembangan industri fintech yang pesat, muncul berbagai insiden yang menyebabkan masyarakat tidak memercayai keamanan layanan yang ditawarkan oleh industri ini.
 
Sementara itu, perkembangan industri fintech yang pesatini menghadirkan peluang besar, menawarkan perkuatan ekonomi digital via percepatan inklusi keuangan. Namun, Tongdun Technology menilai masyarakat di Indonesia masih memiliki pemahaman yang kurang.
 
Sehingga, edukasi masyarakat terkait industri ini menjadi salah satu agenda penting yang dinilai Tongdun Technology perlu menjadi fokus para pelaku industri. Selain itu, pelaku industri fintech Indonesia juga dinilai Tongdun Technology masih perlu memperkuat teknologi dan reputasi mereka agar dapat diterima masyarakat, selaras dengan fokus yang diusungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Fokus Tongdun ada dua. Pertama, menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan big data untuk menyelesaikan masalah soal inklusi keuangan. Kedua, menggunakan teknologi untuk mencegah penipuan di internet,” ujar Co-founder and partner of Tongdun Technology Jackal Ma.
 
Sementara itu, disinggung soal kendala penyebab kemunculan berbagai kasus yang melibatkan perusahaan fintech di Indonesia, Ma mengaku untuk menjelaskannya cukup rumit. Beberapa kasus diperkirakan Ma disebabkan oleh kendala dari pasar, beberapa terjadi karena perusahaan, dan beberapa akibat pemahaman dan menyoal kendali.
 
Selain itu, Ma juga menilai bahwa kasus penipuan yang terjadi di industri fintech umumnya berasal dari perusahaan kecil. Menurut Ma, perusahaan kecil umumnya memiliki semangat menggebu, yang disebutnya dengan istilah liar. Namun perusahaan kecil ini, lanjut Ma, hanya mewakili persentase kecil dari keseluruhan industri.
 
Karenanya, edukasi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terkait hal yang perlu dan tidak boleh dilakukan di industri fintech menjadi penting dilakukan, tidak hanya oleh pemerintah sebagai regulator, tapi juga dari praktisi di industri ini.
 
Pemahaman mendalam diyakini Ma lebih mampu mencegah peningkatan jumlah kasus penipuan di ranah fintech, yang turut didukung oleh teknologi berkonsep Cross-Industry Joint Defense yang ditawarkannya.
 
Sementara itu, pemahaman terkait industri fintech ini turut menjadi salah satu pembeda Indonesia dengan negara lain, terutama Tiongkok yang telah lebih dulu mengembangkan dan memanfaatkan layanan fintech di negaranya. Namun Ma menyebut Indonesia memiliki peluang besar untuk dapat memanfaatkan layanan fintech seperti negara asalnya, Tiongkok.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi