Putra Nababan.
Putra Nababan.

Milenial Harus Bisa Buat Startup yang Sukses di Rumah Sendiri

Teknologi startup
Ellavie Ichlasa Amalia • 31 Oktober 2018 18:48
Jakarta:Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat dunia, Indonesia merupakan pasar yang cukup besar.
 
Tidak aneh jika banyak perusahaan dan startup asing yang tertarik untuk masuk. Putra Nababan, salah satu pendiri IDtalent, mengatakan bahwa generasi muda Indonesia harus memiliki semangat juang dan kemampuan yang cakap agar tidak kalah bersaing dengan startup asing.
 
"Dalam proses kita memperjuangkan dan berinovasi mencari bentuk dari perusahaan kita memang akhirnya yang ada kan bukan hanya tantangan eksternal tapi juga internal. Dalam konteks ini memang satu kata yang selalu mengiringi kita dalam proses kita berkarir berprofesi atau pun dalam kita membangun startup kita adalah kegigihan kita," kata Putra pada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Putra tidak ingin agar masyarakat Indonesia hanya menjadi pekerja di startup asing, hanya menjadi "penonton" di rumah sendiri. Untuk bisa memenangkan pasar di negara sendiri, Putra menyebutkan bahwa generasi muda Indonesia perlu memiliki semangat jiwa juang dan talenta.
 
Milenial Harus Bisa Buat Startup yang Sukses di Rumah Sendiri
 
Selain itu, menurut Putra, para pendiri startup juga harus memiliki passion. Ketika seseorang hendak membuat startup, tujuannya tidak boleh sekadar uang.
 
Dia juga harus tahu apa yang hendak dia bangun dan tujuan dari startup buatannya. Tidak kalah penting, pendiri juga harus memikirkan tentang sustainability dari startup-nya.
 
"Jadi kalau kita bicara tentang ‘founder’, kita bicara tentang startup ya, kamu harus pastikan itu ‘passion’ kamu. Kalau tidak akan kebentur-bentur. Apalagi kita berkolaborasi dengan sesama ‘founder’, itu masalah juga. Jadi kadang-kadang kita teman begitu pas kita kerja jadi berantem. Waktu pacaran kompak begitu menikah ternyata banyak masalah," kata Putra.
 
Dalam Global Talent Competitiveness Index (GTCI), peringkat Indonesia naik dari 90 pada tahun lalu menjadi peringkat ke -77.
 
Namun, Putra menganggap ini belum cukup. Indonesia masih mengalami kekurangan talenta. Inilah alasan mengapa Putra mengunjungi 60 kampus: untuk memberikan motivasi agar bekerja di bidang yang memang menjadi minat mereka.
 
Dia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berteman dengan teman-teman satu kampus atau satu fakultas, tapi dengan orang lain. Hal ini akan membantu mahasiswa untuk membuka pikiran sehingga mereka akan lebih mudah untuk melakukan kolaborasi.
 
"Makanya idtalent itu adalah terdiri dari 3 orang yang memang bukan teman, bukan teman ngopi, bukan teman disko, tapi teman kerja. Kami bertiga gak bisa disko bareng, gak bisa ngopi bareng, kalau kerja bareng cocok," katanya.
 
"Dan datangnya dari 3 disiplin ilmu yang berbeda, saya jurusan keadilan sosial, satu lagi orang komunikasi, satunya lagi seorang arsitek IT, dan satu lagi manajemen HR. Kita ketemu punya kepedulian yang sama yaitu krisis ‘talent’ di Indonesia."
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif