Ilustrasi.
Ilustrasi.

Qualcomm Bidik Industri IoT di 2019

Teknologi
Cahyandaru Kuncorojati • 17 April 2019 18:01
Jakarta:Qualcomm mengklaim bahwa teknologi VR (Virtual Reality), IoT, dan AI (Artificial Intelligence) bakal menjadi teknologi fundamental dan paling berdampak saat 5G hadir di smartphone.
 
Teknologi robotika dijelaskan oleh Qualcomm akan berada di puncak teknologi IoT dan AI. Teknologi ini akan memiliki kemampuan penginderaan, kognitif, dan otonom. Salah satunya penggunaan drone dan robot dalam kehidupan sehari-hari.
 
Qualcomm melihat penggunaan drone dalam skala besar berpengaruh ke banyak industri seperti pertanian, konstruksi, pengiriman, hiburan, asuransi, pemetaan, keselamatan publik, dan konsercasi satwa liar. Tentu saja hal ini juga memungkiknkan lahirnya jenis layanan baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di Februari 2019, Qualcomm berkolaborasi dengan Microsoft mengembangkan headset HoloLens 2 sebagai implementasi teknologi extended reality, memadukan AR dan VR. Didukung Qualcomm Snapdragon 850 bisa digunakan untuk menyajikan tatap muka di ruang virtual.
 
Tidak lupa Qualcomm juga membawa teknologi IoT ke dalam rumah. Qualcomm berkolaborasi dengan iRobot, mengembangkan Roomba i7+, vacuum cleaner cerdas dengan fungsi IoT dan kemampuan AI. Perangkat ini juga bisa terhubung ke perintah suara via Amazon Alexa dan Google Assistant.
 
Di Indonesia, Qualcomm berkolaborasi dengan Tata Sarana Mandiri (TSM Technologies) sebagai pemegang lisensi resmi pertama di Indonesia. TSM Technologies mampu menciptakan dua produk yang berkesempatan dipamerkan di Mobile World Congress (MWC) 2019.
 
TSM merupakan perusahaan Indonesia dan pelopor independent design house for mobile devices di Indonesia yang memegang lisensi resmi Qualcomm untuk teknologi 4G dan 5G. Di MWC 2019, TSM Technologies memamerkan perangkat EDC QR dan Music Phone yang didukung Qualcom MSM 8909.
 
"Tujuan utama dari partisipasi kami di gelaran ini adalah untuk menunjukkan bahwa kami bangga sebagai perusahaan Indonesia yang mampu membuat terobosan produk bersama dengan mitra kami untuk bersaing di tingkat global," tutur COO TSM Technologies, Riswanto.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif