DJI Mavic 2 Enterprise Sasar Konsumen Profesional Indonesia

Cahyandaru Kuncorojati 06 Desember 2018 10:14 WIB
dronedji
DJI Mavic 2 Enterprise Sasar Konsumen Profesional Indonesia
DJI Mavic 2 Enterprise.
Jakarta: DJI kembali menjajakan drone kelas profesioal yang untuk kebutuhan industri. Mereka resmi memperkenalkan DJI Mavic 2 Enterprise di acara POWERMAX 2018.

Ditujukan untuk kalangan profesioal dan enterprise, DJI Mavic 2 Enterprise tetap mengusung desain portbale dilengkapi fitur yang diklaim sesuai kebutuhan beragam sektor bisnis.

Misalnya untuk kebutuhan pemadam kebakaran, tanggap darurat, penegakan hukum, dan inspeksi infrastruktur dan powerline. Tujuannya menyediakan solusi untuk kebutuhan bisnis pada area yang sulit dijangkau di lapangan.


"Perangkat keras dan lunak rancangan DJI saat ini sudah menjadi standar global untuk industri pencitraan aerial, dan Mavic 2 Enterprise telah menjadi alat yang paling compact, kuat, andal, dan aman untuk membantu para profesional mengintegrasikan drone dalam bisnis mereka," ungkap senior Communication Manager DJI, Natasha Grey.

Mavic 2 Enterprise mengusung kamera dengan resolusi 12MP yang distabilkan dengan tiga axis gimbal untuk pengambilan video dan gambar yang mulus dan stabil. Kameranya juga diklaim sanggup melakukan dua kali optical zoom dan tiga kali digital zoom.

DJI Mavic 2 Enterprise mendukung aksesori modular seperti M2E Spotlight, berupa dua lampu sorot dengan kecerahaan 2.400 lumens, M2E Speaker yaitu loudspeaker yang bisa menyampaikan 10 rekaman suara untuk menyediakan komunikasi.

Kemudian ada M2E Beacon yaitu lampu strobe yang bisa terlihat hingga jarak sejauh 3 mil dengan standar Night Waiver dari Federasi Administrasi Penerbangan (FAA) Amerika.

Tersedia juga teknologi AirSense yang membantu meningkatkan kesadaran situasional pilot dan meningkatkan keamanan ruang udara. AirSense menggunakan receiver terintegrasi untuk secara otomatis memperingatkan awak drone akan sinyal ADS-B dari pesawat atau helikopter terdekat, memberikan posisi secara real-time melalui aplikasi mobile DJI Pilot.

Sistem FlightAutonomy dari Mavic 2 Enterprise menampilkan penghindaran hambatan dari segala arah (omnidirectional) untuk penerbangan yang lebih aman, menggabungkan data dari delapan sensor penglihatan dengan resolusi tinggi dan dua sensor infrared.

Advanced Pilot Assistance System (APAS) memungkinkan drone merasakan dan secara otomatis menghindari halangan di depan dan di belakang, menyediakan keselamatan tambahan, terutama untuk awak drone baru atau ketika menerbangkan drone di area dengan rintangan atau medan yang berat.

Drone DJI Mavic 2 Enterprise sendiri diklaim mampu terbang dengan waktu maksimal 31 menit di kecepatan tertinggi 72 kmph dan mampu terbang di kondisi cuaca minus 10 derajat celcius.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.