Dirut BAKTI Kominfo, Anang Latif.
Dirut BAKTI Kominfo, Anang Latif.

BAKTI Kominfo Tancap Gas Garap Tol Langit Palapa Ring

Teknologi Kominfo telekomunikasi BAKTI
Cahyandaru Kuncorojati • 15 September 2021 16:58
Jakarta: Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar bertajuk “Apa Kabar Tol Langit?” yang mengacu kepada proyek integrasi Palapa Ring Paket Barat, Tengah, dan Timur.
 
Palapa Ring sendiri adalah infrastruktur telekomunikasi berupa kabel fiber optik yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan panjang 36.000 kilometer. Dirut BAKTI Kominfo, Anang Latif menyebut proyek Tol Langit direncanakan meluncur tahun depan.
 
Pembangunan Tol Langit atau Palapa Ring Integrasi ini nantinya bisa mengurangi beban kerja atau menjadi backup saat infrastruktur utama berkendala. Menurut Anang saat Palapa Ring sudah terintegrasi, maka penggunaan jaringan utama (backbone) akan meningkat. Saat ini utilisasi ketiga paket Palapa Ring sendiri masih di kisaran 25 hingga 30 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau tahun depan, kami akan mulai proyek ini dengan segera,” ungkap Anang. Proyek ini ditaksir memerlukan dana belanja modal senilai Rp8,6 triliun dengan rincian anggaran 2022 sebesar Rp3,5 triliun dan Rp5,1 triliun untuk tahun 2023.
 
Tol Langit atau Palapa Ring Integrasi direncanakan dibangun dalam dua tahap yang bakal menyediakan total kabel fiber optic sepanjang 12.083 kilometer. Apabila proyek ini berjalan sesuai rencana maka tahap pertama dimulai sepanjang tahun 2022 mencakup panjang 5.226 kilometer.
 
Anang menjelaskan tahap pertama akan menghubungkan Palapa Ring Paket Tengah dan Timur. Di kesempatan ini juga akan ditarik koneksi ke lokasi ibu kota baru Indonesia. Tahap kedua akan berlangsung sepanjang 2023 dengan panjang 6.875 kilometer menyambungkan Palapa Ring Paket Barat dan Timur. 
 
Proyek ini akan menyerap dana dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Jadi BAKTI akan mencari investor, Anang mengaku sangat optimistis bahwa banyak pihak yang berminat dalam proyek ini.
 
“Proses diskusi pembiayaan tidak akan berlarut-larut seperti yang pertama. Kalau dulu hampir enam bulan kita menghabiskan waktu. Kalau yang sekarang, karena kita sudah mendapat kepercayan dari proyek sebelumnya, itu akan lebih cepat,” ujar Anang.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif