Data menunjukkan bahwa Vietnam mengalami kenaikan ancaman paling drastis, yakni mencapai 202,5%, disusul oleh Thailand dengan lonjakan sebesar 104,4%. Singapura dan Malaysia juga mencatat kenaikan masing-masing sebesar 22,1% dan 21,3%. Menariknya, Indonesia justru menunjukkan tren penurunan sebesar 42,2%. Meski demikian, para ahli memperingatkan bahwa risiko di Indonesia tetap tinggi dan tidak boleh diabaikan.
Para penjahat siber diketahui memanfaatkan antusiasme pemain pada judul-judul populer seperti Roblox, Minecraft, dan Genshin Impact untuk memikat korban. Di Minecraft, pelaku menyisipkan malware atau Potential Unwanted Application (PUA) ke dalam cheat atau mod palsu. Sementara di Roblox, mereka menjanjikan skin karakter langka melalui situs web palsu untuk mencuri kredensial pribadi dan finansial pengguna.
Choon Hong Chee, Head of Consumer Channel Asia Pasifik di Kaspersky, menyoroti bahwa target utama serangan ini adalah anak-anak muda yang memiliki konektivitas digital tinggi namun kurang waspada. "Paling mengkhawatirkan adalah ancaman ini tidak hanya membahayakan gamer muda, tetapi juga keamanan siber lingkungan keluarga mereka," ujarnya.
Anak-anak yang terjebak penipuan mungkin tanpa sadar memberikan data sensitif orang tua, seperti informasi kartu kredit atau alamat rumah, yang kemudian digunakan untuk pencurian finansial atau serangan rekayasa sosial.
Untuk mengantisipasi risiko ini, Kaspersky merekomendasikan beberapa langkah penting:
1. Hanya instal aplikasi dari sumber resmi dan selalu periksa keamanan tautan sebelum diklik.
2. Gunakan solusi antivirus tepercaya seperti Kaspersky Premium untuk memindai perangkat secara rutin.
3. Bagi orang tua, edukasi keamanan siber sejak dini sangat krusial. Penggunaan aplikasi pengasuhan digital seperti Kaspersky Safe Kids dapat membantu memantau aktivitas daring anak dan melindungi mereka dari konten berbahaya.
4. Pastikan penggunaan kata sandi yang unik dan ubah secara berkala untuk setiap akun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News