Ilustrasi.
Ilustrasi.

Serangan Siber ke 241 Negara dan Wilayah Pakai Tema Virus Korona

Teknologi teknologi microsoft cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 09 April 2020 09:10
Jakarta: Pandemi Covid-19 atau virus Korona tidak menghentikan aksi hacker atau peretas melancarkan serangan siber. Sejak bulan lalu laporan dari berbagai perusahaan keamanan siber telah menemukan beragam jenis serangan yang bertemakan virus atau pandemi tersebut.
 
Terbaru, Micrrosoft mencatat ada ratusan negara yang sudah menjadi korban dari serangan siber berkedok virus Korona atau Covid-19. Tidak sedikit, Microsoft mencatat ada 241 negara dan wilayah yang mengalami serangan ini menurut hasil penelitian mereka.
 
"Setiap negara di dunia saat ini setidaknya sudah melaporkan penemuan satu kasus serangan siber bertemakan virus Korona atau Covid-19," tulis pihak Microsoft di situs resminya. Microsoft mengklaim bahwa para hacker memanfaatkan rasa takut terhadap pandemi ini untuk menemukan target empuk aksi mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Inbox, notifikasi mobile, televisi dan berita terbaru diramaikan oleh Covid-19 setiap saat. Hacker mengetahui bahwa banyak dari orang mengklik sesuatu tanpa mengeceknya terlebih dahulu akibat arasa cemas yang tinggi dan mereka memanfaatkannya," jelas Microsoft.
 
Baca: Hati-Hati, Aplikasi Pendeteksi Virus Korona alsu yang Minta Uang
 
Tidak mengherankan apabila belakangan ini dilaporkan terjadi peningkatan kasus serangan siber atau kejahatan siber yang diakibatkan korban terjebak oleh tautan, situs, atau iklan yang di luar dikemas dengan tema virus Korona atau Covid-19.
 
Peretas atau hacker juga tidak perlu bekerja keras karena mereka hanya menunggu korban masuk dalam perangkap.
 
"Serangan banyak ditemukan pada negara yang baru saja mengalami pandemi, hal ini didorong oleh rasa takut dan haus akan informasi terkait pandemi virus Korona atau Covid-19," tulis Microsoft. Beberapa engara yang paling banyak menerima serangan adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan Rusia.
 
Ditemukan ada 76 varian aksi serangan siber yang bertemakan pandemi virus Korona atau Covid-19. Para peretas atau hacker mengemas aksi mereka dengan mengaku sebagai lembaga kesehatan internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sebagainya.
 
Baca: Waspada, Corona dan Covid-19 Populer Digunakan Hacker Beraksi
 
Microsoft mengingatkan bahwa hasil temuan saat ini hanya kurang dari dua persen serangan siber yang sudah dikenal berdasarkan pemanatuan mereka. Jadi di luar sana jumlah serangan dan jenisnya masih banyak yang belum diketahui namanya maupun teknik atau pola penyerangannya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif