Hendrikus Hendra Gozali, Country Head, Indonesia, PT STT GDC Indonesia.
Hendrikus Hendra Gozali, Country Head, Indonesia, PT STT GDC Indonesia.

STT GDC Bangun Data Center di Bekasi, Kapasitas 72MW

Lufthi Anggraeni • 06 Desember 2022 13:40
Jakarta: ST Telemedia Global Data Centres atau STT GDC hari ini mengumumkan penyelesaian struktur bangunan pusat data pertamanya di Indonesia, yakni STT Jakarta 1.
 
Fasilitas baru ini merupakan bangunan pertama dari kampus pusat data yang dikembangkan bersama Triputra Group dan Temasek. Ketika rampung, kampus pusat data tersebut akan mendukung kapasitas daya critical IT hingga 72MW, dan STT Jakarta 1 sendiri dapat mendukung hingga 19,5MW ketika beroperasi penuh pada kuartal II 2023 nanti. 
 
STT Jakarta 1 memiliki lokasi di Kabupaten Bekasi, ke arah timur Jakarta, serta memiliki gross floor area seluas 18.000 meter persegi. Pusat data ini ingin menjawab kebutuhan perusahaan-perusahaan hyperscalers, serta perusahaan Indonesia dan multinasional di berbagai bidang – mulai dari perbankan dan keuangan, konten, game, dan e-commerce. 

Sejalan dengan rencana pengembangan yang tengah berjalan, PT STT GDC Indonesia telah melakukan penandatanganan proses pembelian tanah untuk pembangunan pusat data kedua di kampus tersebut.  
 
Data Center ini dibangun sesuai standar-standar global, seperti TIA-942 Rated-3 untuk memastikan kelancaran operasional dalam keadaan yang tidak terduga, dengan menyediakan tingkat redundansi tinggi untuk daya, penyimpanan, komputasi dan kapasitas jaringan.
 
STT GDC Indonesia juga sedang dalam proses untuk memperoleh sertifikasi Uptime Tier-3 Tier Certification of Design Documents, LEED Gold, serta berbagai program kualifikasi ISO dan Threat Vulnerability Risk Assessment (TVRA)/
 
Selaras dengan fokus dan komitmen global STT GDC untuk mencapai kinerja operasional pusat data yang netral karbon, operasional pusat data STT Jakarta 1 akan memenuhi syarat netral karbon sejak hari pertama. 
 
“Saya yakin, keahlian kami dalam merancang, membangun, dan mengoperasikan pusat data untuk pasar-pasar terbesar dan paling rumit di Asia, dapat menjawab kebutuhan ekonomi digital Indonesia yang yang sedang marak, serta mempercepat digitalisasi di negara dengan perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara ini,” ujar Lionel Yeo, Chief Executive Officer, Asia Tenggara, STT GDC. 
 
Penelitian yang baru-baru ini dilakukan STT GDC dengan Oxford Economics mengenai potensi manfaat ekonomi yang diperoleh dari proyek-proyek pusat data, menemukan bahwa, fasilitas pusat data berkapasitas 20MW dengan siklus hidup 30 tahun dapat berkontribusi dalam peningkatan PDB hingga USD5,3 miliar dan menciptakan 28.000 lapangan kerja dalam kurun waktu beberapa tahun.
 
STT GDC Indonesia juga menandatangani MOU dengan PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo). Moratelindo akan mendirikan point-of-presence (PoP) di STT Jakarta 1 untuk melayani kebutuhan konektivitas pelanggan domestik, regional dan internasional di kampus pusat data.
 
PoP merupakan lokasi fisik, di mana beberapa jaringan dan perangkat komunikasi saling terkoneksi, dan umumnya dilengkapi dengan network interface seperti network switches, router, dan server, yang membantu pengguna terhubung dengan internet, mitra bisnis, kantor cabang, dan layanan cloud publik. 
 
“Kami berharap dapat meningkatkan standar untuk pusat data di Indonesia dan memberi kepuasan lebih bagi pelanggan kami melalui layanan berkualitas tinggi yang telah dikenal di berbagai tempat di mana kami hadir,” tutup Hendrikus Hendra Gozali, Country Head, Indonesia, PT STT GDC Indonesia. 
 
Menurut riset Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia bernilai sekitar USD77 miliar di tahun yang lalu dan diproyeksikan akan mencapai USD130 miliar USD pada 2025.
 
Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang besar ini turut mendorong pertumbuhan pusat data, yang bernilai USD1,67 miliar di tahun 2022 dan diproyeksikan mencapai USD3,43 miliar pada 2027.
 
Pertumbuhan ini banyak didorong oleh permintaan layanan colocation dari penyedia layanan cloud, seiring dengan tumbuhnya pengguna internet di Indonesia yang mencapai 200 juta orang di tahun 2022.  
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan