Google akan menggulirkan fitur penghitung kata secara langsung untuk pengguna G Suite.
Google akan menggulirkan fitur penghitung kata secara langsung untuk pengguna G Suite.

Google Docs Tampilkan Jumlah Kata Saat Pengetikan?

Teknologi google
Lufthi Anggraeni • 10 September 2019 10:50
Jakarta: Mulai pekan ini, pelanggan layanan G Suite atau Google Docs for Business akan dapat mengaktifkan fitur penghitung kata secara langsung, memungkinkan layanan ini menampilkan jumlah kata saat proses pengetikan berlangsung.
 
Fitur ini dihadirkan Google bukan tanpa alasan, sebab Google menemukan sejumlah pengguna layanannya kerap memiliki batasan minimum atau maksimum jumlah kata saat menuliskan laporan atau artikel.
 
The Verge melaporkan bahwa fitur ini akan secara resmi digulirkan kepada seluruh pengguna G Suite pada awal bulan Oktober mendatang. Sebelumnya pada layanan Photos, Google menambahkan kemampuan belajar baru, memungkinkan pengguna layanan ini untuk mencari teks pada gambar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Google Docs Tampilkan Jumlah Kata Saat Pengetikan?
 
Tidak hanya mencari teks, kemampuan baru ini juga menyuguhkan bentuk dasar sehingga pengguna dapat mengedit gambar. Google Photos telah dikenal masyarakat memiliki dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan kemampuannya untuk mencari obyek pada foto berdasarkan warna, hewan dan ekspresi wajah spesifik.
 
Saat ini, pengguna dapat mengakses aplikasi Google Photos dan mengetik teks yang diketahui pada screenshot atau foto. Jika ingin menyalin teks tersebut, pengguna hanya perlu mengklik tombol Lens di bagian bawah dan teks akan digarisbawahi sehingga dapat disalin dan ditempelkan kembali.
 
Sebagai perusahaan teknologi yang lebih dulu dikenal sebagai perusahaan mesin pencarian, eksisten Chrome juga tidak dapat dipisahkan dari ingatan masyarakat yang terkait dengan Google. Sayangnya, insiden kurang menyenangkan terjadi pada layanan ini.
 
Pada akhir bulan Agustus lalu, peramban internet populer ini memiliki celah keamanan yang tergolong sangat berbahaya. Google telah mengetahui hal ini dan sedang menyebarkan update kepada seluruh peramban Google Chrome yang digunakan.
 
Laporan yang dikumpulkan menyebut bahwa celah keamanan di aplikasi tersebut bisa mengambil alih kontrol sistem operasi Windows dan MacOS. Namun celah keamanan ini tidak berpengaruh pada sistem operasi mobile seperti Android maupun iOS.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif