Uber Ingin Sediakan Opsi Skuter Listrik
Lime adalah startup skuter elektrik.
Jakarta: Lime, startup skuter elektrik, mengumumkan bahwa mereka mendapatkan kucuran dana sebesar USD335 juta (Rp4,8 triliun). Ronde pengumpulan modal kali ini dipimpin oleh Google Ventures.

Lime mengonfirmasi bahwa Uber juga terlibat dalam pemodalan kali ini. Selain memberikan modal, Uber juga berencana bekerja sama dengan Lime, memungkinkan pengguna Uber untuk menyewa skuter elektrik melalui aplikasi Uber.

"Investasi dan kerja sama kami dengan Lime adalah langkah maju dalam mencapai visi kami menjadi aplikasi yang menyediakan semua kebutuhan transportasi pengguna," kata Rachel Holt, Head of New Modalities, Uber.

"Lime telah menjangkau banyak orang dan kami tidak sabar untuk mengintegrasikan skuter mereka ke dalam aplikasi Uber sehingga konsumen memiliki opsi dengan harga terjangkau untuk berpergian, terutama dari dan ke tempat transit transportasi umum."

Di AS, skuter merupakan topik kontroversial, menurut laporan CNET. Sementara para regulator sibuk untuk membuat peraturan terkait moda transportasi baru tersebut, banyak orang yang mengaku senang bisa menggunakan skuter untuk berpergian di dalam kota yang macet.


Sayangnya, ada keluhan bahwa pengendara skuter membahayakan pejalan kaki dan sering meninggalkan skuternya di mana saja, bahkan tempat parkir mobil khusus orang-orang dengan disabilitas.

Meskipun begitu, perusahaan modal ventura tertarik untuk mendorong penggunaan skuter. Perusahaan-perusahaan skuter berhasil mendapatkan dana dengan sangat cepat.

Bird, startup skuter lain, merupakan startup yang paling cepat menjadi unicorn. Kini, Lime juga ikut menjadi startup unicorn.




(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.