Harga Perangkat Gaming Selalu Sesuai Kualitas
Experience booth di acara Corsair Unplug and Play Press Tour 2018 di Jakarta hari ini, 17 April 2018.
Jakarta: Gaming merupakan salah satu kegiatan hiburan yang sudah ada sejak lama. Untuk esport mungkin baru belakangan ini menjamur dan tumbuh dengan sangat masif bersamaan di berbagai negara.

Bukan hal baru apabila sebuah ajang esport terdapat logo dari vendor perangkat gaming menghiasi acara tersebut sebagai sponsor maupun penyelenggara.

Menurut Senior Product Line Manager Corsair Michael Grey tren esport menjadi penyubur industri perangkat gaming, karena artinya ada permintaan dari pasar atas produk yang mereka ciptakan. Kompetisi esport menjadi kesempatan mereka untuk berinvestasi.


"Tidak hanya konsumen berupa atlet esport, tapi mereka yang mengaku gamer pasti menginginkan sebuah perangkat gaming berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Kepopuleran esport memberikan stigma positif bagi gamer dan artinya mereka membutuhkan segala sesuatu yang dihadirkan khusus untuk mereka," ungkap Grey.



Grey menyadari bahwa di beberapa negara yang menjadi pasar Corsair terutama pasar bertumbuh di Indonesia masih ada pertanyaan mengenai harga perangkat gaming yang dinilai mahal bahkan selangit.

"Kami selalu berkoordinasi dengan tim distribusi lokal di setiap negara tentang harga yang sesuai, sebelum kami memasarkan produk. Kami juga terlebih dahulu berdiskusi juga dengan tim mengenai biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk menciptakan produk tersebut," jelas Grey.

Grey mengklaim bahwa harga yang terpasang pada produknya sebetulnya sepadan dengan kualitas yang diberikan produk-produknya kepada penggunanya. Jadi harga yang dibayarkan sesuai dengan apa yang didapatkan oleh pembelinya.



"Kami bisa saja menciptakan sebuah perangkat gaming dengan harga yang murah sekali, tapi kami ragu apabila produk mereka bisa memuaskan penggunanya, kami tidak mungkin menciptakan pproduk dari material plastik yang tidak awet, tidak nyaman atau hanya mengunggulkan desain tapi minim fitur," jelas Grey.

Contoh lainnya adalah sebuah stand untuk menggantung headset Corsair ST 100 RGB yang di dibanderol dengan harga USD60 atau sekitar Rp800 ribuan. Mungkin banyak konsumen di Indonesia akan heran melihatnya.

"Kami tentunya memberikan edukasi dan informasi yang lengkap bahwa produk tersebut memiliki harga terpasang karena dilengkapi dengan kualitas dan fitur yang tertanam. Jadi harga yang ditawarkan selalu sesuai dengan fitur dan kualitas yang kami berikan," jelas Grey.



Bagi Grey, kualitas dan fitur adalah kunci bagi Corsair untuk bisa bersaing di industri perangkat gaming. Grey juga menuturkann bahwa tim produksi Corsair selalu berdiskusi menyediakan varian perangkat gaming sesuai tingkat kebutuhan gamer.

Ketimbang berpikir bahwa perangkat gaming adalah barang mewah dan membelinya sama dengan menghamburkan uang, Anda bisa menganggap bahwa perangkat gaming dengan harga mahal tapi hadir dengan kualitas terjangkau adalah sebuah investasi demi menjamin kepuasaan Anda.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.