Pejabat AS Salahkan Video Game Atas Kasus Penembakan di Florida

Cahyandaru Kuncorojati 17 Februari 2018 14:08 WIB
games
Pejabat AS Salahkan Video Game Atas Kasus Penembakan di Florida
Game GTA V kerap menerima tudingan bahwa game tersebut memberikan pengaruh buruk bagi pemainnya karena game ini penuh aksi tembak menembak.
Jakarta: Industri video game kembali menjadi kambing hitam, atas kasus penembakan yang dilakukan oleh siswa sekolah di Marjory Stoneman Douglas High School Florida, Amerika Serikat, hari Rabu 13 Februari 2018.

Dikutip dari The Next Web, Gubernur Negara Bagian Kentucky Matt Bevin dalam sebuah wawancara menuduh video game menjadi penyebab banyaknya kasus penembakan, bukan karena undang-undang kepemilikan senjata di Amerika Serikat.

"Senjata api bukan menjadi masalah tapi kita memiliki masalah budaya kematian dirayakan yakni lewat video game, dan kita ketahui bahwa anak-anak memainkan video game. Di video game, seseorang akan mendapatkan poin atau skor," jelas Bevin.


Dia melanjutkan, video game tidak ada bedanya dengan pornografi. Bevin menyebutnya sebagai sebuah sampah. Bevin menilai video game merusak moral manusia. Oleh sebab itu, Bevin mengajukan tuntutan kepada pemerintah untuk lebih selektif terhadap kreator game.

Namun, tuduhan Bevin ini dinilai tidak valid. Berdasarkan pemantauan akun Instagram, pelaku penembakan yakni Nikolas Cruz hanya menampilkan foto-foto kecintaan sekaligus kepemilikan senjata, rasisme, serta kebiasaannya menyiksa binatang.

Sebulan sebelum penembakan ini terjadi, justru ada pengguna YouTube yang melaporkan komentar mengerikan yang rupanya berasal dari akun Nikolas Cruz. Komentar yang dibuat pada bulan September lalu menyebutkan bahwa Nikolas ingin menjadi penembak sekolah yang profesional.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.