Ilustrasi.
Ilustrasi.

Stadia, Layanan Google yang Umurnya Pendek

Cahyandaru Kuncorojati • 06 Oktober 2022 09:52
Jakarta: Beberapa waktu lalu nama Stadia atau Google Stadia sempat ramai di internet, salah satu produk Google di industri game tersebut akan ditutup setelah beroperasi tiga tahun. 
 
Umurnya sangat pendek untuk sebuah layanan yang menargetkan sektor game yang sedang bertumbuh, bahkan pesaingnya masih sedikit. Apa itu Google Stadia?
 
Google Stadia adalah layanan streaming game dengan mengandalkan koneksi internet dan layanan cloud. Jadi game yang dimainkan tidak harus dibeli, cukup berlangganan dan bisa dimainkan di semua perangkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jadi saat Anda berlangganan Google Stadia, game akan disajikan dari server cloud milik Google Stadia. Keuntungannya adalah game bisa dimainkan di mana saja, baik smartphone tablet, televisi, konsol maupun PC.
 
Bagi pengguna PC mereka tidak perlu pusing memikirkan spesifikasi PC dan game karena sifatnya game ini dimainkan secara streaming seperti menonton film di Netflix atau lagu di Spotify. 
 
Teknologi ini yang dikenal sebagai cloud gaming, jadi game akan tersimpan di server Google dan siapapun cukup berlangganan alias menyewanya. Tentu saja, internet kencang menjadi kunci utamanya.
 
Tidak heran apabila selama tiga tahun Google Stadia hanya hadir di beberapa negara saja, dan Indonesia sama sekali tidak dilirik mereka. Cloud gaming memang masih baru tapi nama seperti Nvidia, Microsoft Xbox, Amazon, hingga PlayStation berlomba membangun bisnis ini.
 
Kini Google Stadia akan ditutup pada 18 Januari 2023. VP & GM Google Stadia, Phil Harrison menyebutkan bahwa layanan mereka tidak memperlihatkan pertumbuhan yang bagus padahal mengandalkan teknologi yang tinggi.
 
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif