PUBG Tuntut Fortnite Akibat Menjiplak, Kenapa Baru Sekarang?

Cahyandaru Kuncorojati 30 Mei 2018 10:47 WIB
gamespubg
PUBG Tuntut Fortnite Akibat Menjiplak, Kenapa Baru Sekarang?
PUBG versus Fortnite. (WCCF Tech)
Jakarta: Kita sepakat bahwa tren game battle royale menjadi gelombang ombak baru di industri video game. Hampir setiap developer atau publisher game menyatakan tertarik mengusung konsep tersebut.

PUBG (PlayerUnknown's Battlegrounds) buatan PUBG Corp asal Korea Selatan merupakan pionir game battle royale, disusul Fortnite buatan Epic Games. Keduanya diakui sebagai game paling populer dan saling salip terkait jumlah penggunanya.

Anehnya, PUBG Corp justru baru mengajukan tuntutan ke pengadilan untuk menyeret Fortnite atas tuduhan menjiplak.


Dikutip dari media online asal Korea Selatan, The Korea Times, pada hari Jumat lalu PUBG Corp mennyatakan telah mengajukan tuntutan ke Seoul Central District Court yang dilayangkan untuk Epic Games Korea. Pihak PUBG Corp mengakui bahwa mereka telah mengajukan sejak Januari lalu.

Mereka mengklaim bahwa hal ini dilakukan sebagai perlindungan atas hak cipta game berkonsep battle royale. Hal ini tidak sepenuhnya salah, mengingat pada awal Fortnite dirilis memang gameplay mode battle royale hanya sebagai add-on alias bukan gameplay utama.

PUBG dirilis pada Maret 2017, sementara Fortnite baru dirilis pada Juli 2017. Namun, kepopuleran PUBG tersalip Fortnite. Pada bulan Februari lalu Epic Games mengklaim bahwa jumlah pemain Fortnite mencapai total 3,4 juta pemain, menyalip total pemain PUBG yang hanya mencapai 3,3 juta pemain.

Menariknya gugatan hukum ini akan cukup rumit sebab PUBG dikembangkan menggunakan teknologi game engine Unreal yang dikembangkan oleh Epic Games, developer game Fortnite.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.