Dalam trailer, pemain diajak menjelajahi lintasan beragam planet, mulai dari Sentinel One yang penuh lava, gurun Jakku, salju Ando Prime, hingga hutan tropis Lantaana yang baru pertama kali muncul di semesta Star Wars.
Kendaraan yang bisa dipilih pun beragam: landspeeder, skim speeder, speeder bike, hingga podracer klasik. Setiap kendaraan dapat ditingkatkan dengan suku cadang dan modifikasi untuk menambah performa.
Cerita game ini berpusat pada Galactic League, sebuah sirkuit balap ilegal di Outer Rim yang dipimpin Darius Pax. Rival utamanya, Kestar Bool, dikenal sebagai juara dominan. Pax kemudian merekrut Shade, seorang pembalap dengan dendam pribadi terhadap keluarga Bool, sehingga menambah lapisan drama dalam kompetisi.
Yang membuat game ini begitu menarik adalah inspirasinya dari adegan ikonik Star Wars Episode I: The Phantom Menace. Dalam film tersebut, Anakin Skywalker muda tampil di arena balap Boonta Eve Classic di planet Tatooine.
Adegan penuh ketegangan, dengan suara mesin podracer yang khas dan kecepatan ekstrem, menjadi salah satu momen paling memorable di saga Star Wars. Nuansa inilah yang coba dihidupkan kembali oleh Galactic Racer, lengkap dengan kembalinya karakter podracer legendaris Ben Quadinaros.
Game ini dijadwalkan rilis pada 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC. Meski reaksi awal penggemar beragam—ada yang menyoroti grafis dan fisika permainan—banyak yang tetap optimis bahwa Galactic Racer akan menjadi kebangkitan modern bagi tradisi podracing yang melegenda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News