Tami Bhaumik, Vice President of Civility & Partnerships Roblox. (Foto: X @Roblox_RTC)
Tami Bhaumik, Vice President of Civility & Partnerships Roblox. (Foto: X @Roblox_RTC)

Roblox Ungkap Akurasi Facial Age Estimation, Selisih Usia 1,4 Tahun

Mohamad Mamduh • 11 Agustus 2026 14:35
Ringkasnya gini..
  • Roblox mengungkap teknologi facial age estimation memiliki selisih usia sekitar 1,4 tahun dari usia sebenarnya.
  • Sistem ini juga didukung berbagai pengecekan untuk memastikan pengguna berada di kelompok usia yang sesuai.
  • Tami Bhaumik menjelaskan data wajah dihapus setelah proses penentuan usia dan tidak digunakan untuk iklan atau pelacakan.
Jakarta: Roblox terus memperkuat sistem keamanan di platformnya, salah satunya melalui teknologi facial age estimation untuk memperkirakan usia pengguna. Dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id, Tami Bhaumik, Vice President of Civility & Partnerships Roblox, mengungkap bahwa teknologi tersebut memiliki selisih usia sekitar 1,4 tahun dari usia sebenarnya. 
 
Teknologi ini digunakan untuk menentukan pengguna ke dalam kelompok usia tertentu. Hasilnya kemudian memengaruhi jenis konten yang dapat diakses serta bentuk komunikasi yang tersedia di Roblox. 
 
Di Indonesia, pengguna berusia 5–12 tahun ditempatkan dalam Roblox Kids, sedangkan pengguna berusia 13–15 tahun masuk ke Roblox Select. Pembagian tersebut berbeda dengan kategori global Roblox, setelah perusahaan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk menyesuaikan penerapannya dengan regulasi dan kondisi lokal. 
 

Facial Age Estimation Roblox Punya Selisih Usia 1,4 Tahun


Tami menjelaskan bahwa teknologi facial age estimation terus dikembangkan agar dapat memperkirakan usia pengguna dengan lebih akurat. Roblox juga bekerja dengan perusahaan teknologi yang terus menyempurnakan algoritmanya, termasuk menghadapi berbagai upaya pengguna untuk mengakali sistem.

Pengembangan tersebut mencakup penambahan lebih banyak data untuk membantu sistem melakukan estimasi usia dengan lebih beragam. Algoritma juga telah disempurnakan untuk menghadapi berbagai cara yang dapat membuat seseorang terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. 
 
“Selisih usia yang kami dapatkan adalah 1,4 tahun,” ungkap Tami (06/08/2026).
 
Angka tersebut merupakan selisih antara perkiraan sistem dan usia sebenarnya. Perbedaannya dapat berada di atas maupun di bawah usia pengguna, tetapi Roblox akan memilih kelompok usia yang lebih muda ketika terdapat selisih tersebut. 
 
Sebagai contoh, pengguna yang sebenarnya berusia 12 tahun dapat memperoleh hasil estimasi yang lebih rendah. Dalam kondisi tersebut, sistem akan memasukkannya ke kelompok usia yang lebih muda sehingga batasan keamanan yang berlaku tetap diterapkan.
 
Jika hasil pemeriksaan dianggap tidak sesuai, orang tua juga dapat melakukan koreksi menggunakan ID untuk mengubah usia anak. 
 

Roblox Tak Hanya Mengandalkan Pemeriksaan Wajah


Facial age estimation bukan satu-satunya mekanisme yang digunakan Roblox untuk memastikan usia pengguna sesuai dengan informasi yang diberikan.
 
Menurut Tami, Roblox memiliki sistem berlapis yang terus melakukan pengecekan berdasarkan berbagai aktivitas pengguna. Sistem tersebut dapat melihat penggunaan chat, jenis game yang dimainkan, hingga hubungan dengan teman dan koneksi di dalam platform. 
 
“Kami memiliki banyak cara untuk melakukan pengecekan. Jadi, ini bukan hanya pemeriksaan usia melalui wajah satu kali,” jelas Tami.
 
Dengan mekanisme tersebut, pemeriksaan usia tidak berhenti setelah pengguna menyelesaikan facial age estimation. Roblox terus melakukan pengecekan untuk melihat apakah aktivitas pengguna sesuai dengan kelompok usia yang telah ditentukan.
 
Pendekatan berlapis ini menjadi bagian penting karena hasil penentuan usia berhubungan dengan pengalaman yang diterima pengguna. Di Indonesia, misalnya, kelompok usia tersebut menentukan apakah pengguna berada di Roblox Kids atau Roblox Select.
 

Data Wajah Disebut Dihapus Setelah Usia Ditentukan


Penggunaan teknologi berbasis wajah juga menimbulkan pertanyaan mengenai perlindungan data biometrik, terutama ketika teknologi tersebut digunakan oleh anak-anak.
 
Saat ditanya mengenai bagaimana Roblox melindungi data wajah anak di Indonesia, Tami mengatakan perusahaan sangat berhati-hati dalam menangani privasi pengguna. Ia menjelaskan bahwa informasi yang digunakan untuk menentukan kelompok usia tidak dipertahankan setelah proses tersebut selesai. 
 
“Setelah informasi tersebut diproses, datanya dihapus. Informasi itu tidak digunakan untuk iklan dan tidak digunakan untuk melacak pengguna,” kata Tami.
 
Menurut Tami, informasi tersebut hanya digunakan untuk menentukan kelompok usia pengguna. Setelah proses selesai, data tersebut disebut dihapus dan tidak digunakan untuk kebutuhan iklan maupun pelacakan. 
 
Dengan demikian, facial age estimation di Roblox tidak hanya berfungsi memperkirakan usia pengguna. Teknologi tersebut menjadi bagian dari sistem berlapis yang menentukan pengalaman berdasarkan kelompok usia, sementara Roblox menyebut informasi yang digunakan dalam proses estimasi dihapus setelah usia pengguna ditentukan.
 
(Sheva Asyraful Fali)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA