Tami Bhaumik, Vice President of Civility & Partnerships Roblox. (Foto: X @Roblox_RTC)
Tami Bhaumik, Vice President of Civility & Partnerships Roblox. (Foto: X @Roblox_RTC)

Patuhi PP TUNAS, Roblox Sebut Indonesia Jadi Acuan Regulasi Perlindungan Anak

Mohamad Mamduh • 12 Agustus 2026 12:20
Ringkasnya gini..
  • Roblox menilai Indonesia mengambil posisi kepemimpinan dalam regulasi perlindungan anak melalui PP TUNAS.
  • Tami Bhaumik menyebut negara lain mulai melihat standar regulasi yang diterapkan Indonesia.
  • Roblox juga menyesuaikan Roblox Kids dan Roblox Select dengan aturan serta kebiasaan lokal.
Jakarta: Roblox melihat penerapan regulasi perlindungan anak di Indonesia memiliki posisi penting di kawasan Asia Tenggara. Tami Bhaumik, Vice President of Civility & Partnerships Roblox, mengatakan langkah pemerintah Indonesia melalui PP TUNAS menjadi perhatian bagi negara lain yang tengah mengembangkan standar regulasi serupa.
 
Menurut Tami, Roblox menghadapi berbagai regulasi berbeda di setiap negara. Karena itu, perusahaan berupaya menjaga kebijakan dan sistem teknologinya tetap fleksibel agar dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing wilayah.
 

Indonesia Dinilai Ambil Posisi Kepemimpinan


Ketika ditanya apakah penerapan PP TUNAS di Indonesia dapat menjadi acuan bagi negara lain di Asia Tenggara, Tami menilai pemerintah Indonesia telah mengambil langkah penting dalam membangun standar regulasi perlindungan anak.
 
“Saya pikir pemerintah Indonesia telah mengambil posisi kepemimpinan,” ungkap Tami dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id, Kamis (06/08/2026).

Menurut Tami, perkembangan regulasi di Indonesia juga mulai diperhatikan oleh negara lain. Ia menyebut terdapat standar regulasi baru yang membuat sejumlah negara melihat apa yang telah dilakukan Indonesia.
 
“Ada standar regulasi baru di mana negara-negara lain melihat apa yang telah dicapai Indonesia. Saya pikir ini adalah sesuatu yang bisa sangat dibanggakan Indonesia,” jelas Tami.
 
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Roblox melihat penerapan PP TUNAS bukan hanya sebagai kewajiban yang harus dipenuhi di pasar Indonesia. Regulasi tersebut juga dinilai memiliki perkembangan yang dapat menjadi perhatian bagi negara lain ketika menyusun pendekatan terhadap perlindungan anak di ruang digital.
 

Roblox Sesuaikan Sistem dengan Regulasi Indonesia


Sebelum menerapkan perubahan di Indonesia, Roblox mengaku telah bekerja sama secara intensif dengan pihak pemerintah terkait selama berbulan-bulan. Perusahaan menyesuaikan sistemnya agar dapat memenuhi ketentuan lokal, termasuk dalam penerapan kelompok usia pengguna.
 
Salah satu penerapannya terlihat pada Roblox Kids dan Roblox Select. Di Indonesia, Roblox Kids mencakup pengguna usia 5–12 tahun, sedangkan Roblox Select ditujukan bagi pengguna usia 13–15 tahun. Pembagian tersebut berbeda dari penerapan global Roblox yang menggunakan kelompok usia 5–9 tahun untuk Roblox Kids dan 10–15 tahun untuk Roblox Select.
 
“Kami menghormati hukum dan kebiasaan lokal. Dan tentu saja, kami dapat mematuhi aturan di Indonesia,” kata Tami.
 
Perbedaan tersebut menjadi bagian dari upaya Roblox menyesuaikan layanan dengan aturan yang berlaku di setiap negara. Dengan sistem yang fleksibel, perusahaan dapat menerapkan perlindungan anak sesuai dengan ketentuan lokal tanpa mengabaikan karakteristik masing-masing pasar.
 
Bagi Indonesia, penilaian Roblox tersebut menunjukkan bahwa penerapan PP TUNAS tidak hanya berdampak pada penyesuaian layanan di dalam negeri. Langkah tersebut juga berpotensi menjadi salah satu perkembangan regulasi yang diperhatikan negara lain di kawasan Asia Tenggara.
 
(Sheva Asyraful Fali)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA