Ilustrasi. MI
Ilustrasi. MI

Rencana Pemblokiran Game Online Hoaks

Teknologi hoax
Sunnaholomi Halakrispen • 11 Januari 2019 00:59
Jakarta: Beredar kabar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan menutup akses sejumlah game dalam jaringan (daring) pada 31 Januari 2019. Kemenkominfo memastikan informasi tersebut bohong alias hoaks.

"Kementerian Kominfo menegaskan bahwa informasi itu tidak benar atau hoaks," kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu dilansir Antara, Kamis, 10 Januari 2019.

Namun, pemerintah akan tetap memantau penggunaan produk permainan interaktif elektronik. Hal ini sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari konten permainan elektronik. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Pengawasan mengacu Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Elektronik. Aturan itu memuat klasifikasi penggunaan konten permainan elektronik berdasarkan kategori dan kelompok usia.  Konten dikelompokkan dalam beberapa tingkatan usia. Misalnya untuk usia tiga tahun atau lebih, tujuh tahun atau lebih, 13 tahun atau lebih, 18 tahun atau lebih, dan kelompok untuk semua usia. 

Sesuai aturan, konten permainan elektronik yang berkaitan dengan kekerasan hanya boleh dikonsumsi oleh kelompok usia 13 tahun ke atas dengan batasan tertentu. Kominfo pun mengimbau agar masyarakat dapat menyampaikan aduan terkait klasifikasi konten melalui situs igrs.id.

Sebelumnya, Kemenkominfo dikabarkan akan menutup akses sejumlah permainan elektonik daring. Sejumlah nama permainan elektronik itu yakni PUBG, Free Fire, Rules of Survival, Fortnite, Creative Destruction, Cross Fire: Legends. Kemudian, Mobile Legends, Arena of Valor, Point Blank Online dan Grand Theft Auto 5.


(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi