Game Kalanoro.
Game Kalanoro.

Red Raketa Studio Bagikan Perjalanan Pengembangan Game Kalanoro

Mohamad Mamduh • 04 November 2026 18:48
Ringkasnya gini..
  • Red Raketa Studio merilis Kalanoro sebagai proyek game perdana yang mengangkat eksplorasi dunia Lemuria berkonsep kebudayaan Madagaskar.
  • Pengembang hadapi kendala teknis dan pemadaman listrik di Madagaskar sebelum akhirnya mendapat dukungan dari penerbit New Tales.
  • Kalanoro mendapat penawaran diskon spesial di PlayStation Store yang berlangsung mulai 4 November hingga 20 November.
Jakarta: Industri game independen (indie) global kembali kedatangan karya unik dari wilayah yang jarang tersorot. Red Raketa Studio, studio game independen asal Madagaskar yang berdiri sejak 2021, resmi merilis game perdana mereka bertajuk Kalanoro. Berawal dari tim kecil beranggotakan tiga orang hingga berkembang menjadi delapan orang core team, pengembang asal Afrika ini berhasil membawa kekayaan budaya lokal ke dalam sebuah petualangan 3D platformer di panggung internasional.
 
Dalam game ini, pemain diajak menjelajahi dunia fiksi bernama Lemuria, sebuah pulau tropis yang dirancang berdasarkan cerita rakyat (folklore) dan lanskap alam Madagaskar. Pemain mengendalikan Kalakely, pahlawan wanita berambut ajaib yang berjuang membebaskan Lemuria dari cengkeraman penyihir jahat bernama Raneny. Uniknya, Kalakely harus membatalkan konser besar milik sang penyihir dengan cara membentuk grup musik terbaik bersama para seniman legendaris, termasuk karakter favorit pemain bernama Riki.

Co-founder sekaligus Narrative Designer Red Raketa Studio, Dina Valisoa Ratsisetraina, bersama tim mengungkapkan bahwa sambutan pemain global sangat beragam dan menghangatkan hati. Banyak pemain mengapresiasi elemen humor, aksi pertarungan menggunakan rambut ajaib serta senjata unik seperti sandal jepit dan penggorengan, hingga sajian musik kontemporer Madagaskar. Pengembangan game ini diakui menjadi pengalaman belajar yang masif bagi seluruh anggota tim, mengingat Kalanoro merupakan proyek game pertama bagi sebagian besar dari mereka.

"Kami sangat bahagia melihat game pertama kami akhirnya bisa menjangkau para pemain di seluruh dunia. Jika Kalanoro dapat membuat Anda penasaran dengan Madagaskar, kebudayaannya, cerita rakyatnya, atau musiknya, maka kami telah mencapai sesuatu yang sangat spesial," ujar pihak studio dalam wawancara tertulis bersama Medcom.id.
 

Tantangan Industri Lokal dan Konsep Petualangan Road-Trip

Proses produksi Kalanoro tidak terlepas dari berbagai rintangan teknis dan logistik yang cukup signifikan. Selain harus mempelajari alur kerja pengembangan game dari nol, Red Raketa Studio harus beradaptasi dengan infrastruktur lokal di Madagaskar, seperti keterbatasan perangkat, minimnya pendanaan lokal, hingga frekuensi pemadaman listrik yang tinggi.

Titik balik pengembangan terjadi ketika penerbit New Tales memberikan dukungan sejak awal masa produksi. Dukungan tersebut memberi ruang bagi studio untuk memperbesar tim tanpa mengintervensi kebebasan kreatif. Salah satu keputusan kreatif terbesar selama produksi adalah mengganti sistem village-management menjadi moda transportasi taxi-brousse (angkutan umum khas Madagaskar) yang berfungsi sebagai bus tur grup musik Kalakely.

Kehadiran taxi-brousse memperkuat struktur cerita berkonsep road-trip, tempat pemain mengelola keharmonisan tim lĂȘmur di sepanjang perjalanan melintasi berbagai bioma yang dipenuhi jebakan platforming.

Dari sisi audio dan narasi, game ini turut menggandeng musisi lokal Madagaskar seperti Jyeuhair, Denise, Marco Klarck, Drwina, dan The Revery untuk mengisi trek radio di dalam kendaraan serta penampilan panggung langsung, termasuk lagu populer Lemuria Banana.
 

Menyikapi Penggunaan AI dan Promo Khusus PlayStation Store

Di tengah perdebatan hangat mengenai penggunaan kecerdasan buatan (generative AI) pada industri game, Red Raketa Studio mengambil posisi yang tegas namun realistis. Studio indie ini memanfaatkan teknologi AI secara selektif hanya pada tahap eksplorasi awal, seperti pembuatan moodboard dan penajaman konsep ide. Namun, seluruh aset visual, audio, dan elemen akhir yang masuk ke dalam game murni dibuat oleh seniman dan kreator manusia.

Red Raketa Studio menekankan bahwa identitas utama Kalanoro lahir dari sentuhan keahlian tangan serta visi artistik para pengembangnya. Mengenai rencana pascarilis, fokus utama studio saat ini adalah memantau masukan pemain guna melakukan penyesuaian gameplay dan keseimbangan sistem (balancing). Pihak studio belum mengumumkan DLC naratif dalam waktu dekat, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mengeksplorasi kisah baru di dunia Lemuria jika terdapat antusiasme yang besar dari komunitas pemain.

Bagi gamer yang tertarik merasakan langsung keseruan petualangan road-trip musikal ini, Kalanoro saat ini tengah menggelar promo diskon spesial di PlayStation Store. Penawaran terbatas ini berlangsung mulai 4 November hingga 20 November di platform PlayStation Store.
  (Nur Aldiansyah Amirulloh)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA