Namun, Resonance: A Plague Tale Legacy yang dirilis pada 27 Agustus 2026 oleh Focus Entertainment di PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC hadir sebagai prekuel yang menjawab asal usul kisahnya. Game ini juga merombak formula permainan dari mekanisme stealth menjadi action-adventure yang dinamis dan berenergi. Berikut review Resonance: A Plague Tale Legacy oleh Medcom.id.
.jpg)
Latar Belakang dan Narasi Sophia
Mengambil latar waktu tahun 1334, tepatnya 15 tahun sebelum peristiwa dalam A Plague Tale: Requiem. Fokus cerita Resonance: A Plague Tale Legacy berpindah kepada sosok Sophia. Bagi para penggemar seri sebelumnya, Sophia dikenal sebagai kapten bajak laut yang tangguh dan pragmatis. Di sini, pemain diajak menyelami masa mudanya ketika ia berusia 20-an dan sedang berada dalam pelarian dari kejaran pasukan militer.
Sophia memiliki latar belakang yang keras: putri dari seorang ibu kaya dan ayah penyelundup, ia sempat mengalami masa kecil yang buruk di biara sebelum akhirnya melarikan diri ke laut. Berbekal tekad untuk mengungkap misteri masa lalunya serta mencari harta karun kuno, perjalanan membawa Sophia ke Pulau Kreta, sebuah lokasi yang kaya akan sejarah Yunani kuno dan legenda Minotaur.
Di awal permainan, Kreta disajikan dengan keindahan visual yang luar biasa: tebing batu pasir yang hangat, tumbuhan Mediterania yang rimbun, serta reruntuhan kuno yang disinari matahari sore. Seiring perjalanan Sophia menembus kedalaman sistem gua bawah tanah pulau tersebut, atmosfer permainan perlahan berubah menjadi semakin gelap, menegangkan, dan sarat akan misteri kutukan masa lalu.

Resonance: A Plague Tale Legacy menerapkan sistem dua timeline paralel. Pemain tidak hanya mengendalikan Sophia di abad ke-14, tetapi juga secara berkala berpindah ke masa Minoa kuno ribuan tahun sebelumnya untuk mengontrol seorang prajurit Minoa.
Koneksi supranatural antara Sophia dan sang prajurit Minoa inilah yang disebut sebagai Resonance. Hubungan ini bukan sekadar pemanis cerita. Ia adalah elemen kunci dalam eksplorasi dan penyelesaian teka-teki. Tindakan atau perubahan fisik yang dilakukan oleh prajurit Minoa di masa lalu secara langsung memengaruhi kondisi lingkungan yang dihadapi Sophia di masa depan. Sebagai contoh, tuas atau mekanisme perunggu yang diaktifkan pada era Minoa akan tetap berfungsi dan membuka jalan bagi Sophia di abad pertengahan.
Lewat pendekatan ini, Asobo Studio memperluas lore mengenai Prima Macula. Wabah dalam game ini tidak lagi dipresentasikan murni sebagai kawanan tikus yang masif. Wujudnya menjadi bahaya biologis yang lemah terhadap cahaya pada labirin Daedalus serta mitos kuno.

Gameplay
Jika dalam dua game sebelumnya Amicia lebih banyak bersembunyi di rumput tinggi dan mengandalkan ketapel, Sophia hadir sebagai protagonis yang jauh lebih agresif dan siap bertarung secara terbuka. Perubahan mendasar pada sistem eksplorasi ini membawa kebebasan pergerakan yang jauh lebih dinamis.
Karakter pemain tidak lagi dibatasi oleh lokasi panjat kontekstual yang ditandai cat putih. Ia dapat melompat dan memanjat secara bebas di berbagai medan. Sophia juga dibekali alat perlintasan berupa grappling hook sepanjang 10 meter yang memungkinkannya melintasi jurang, menaiki tebing curam, dan melompati reruntuhan berlantai ganda secara lancar.
Sistem pertempuran jarak dekat kini mengandalkan ketepatan waktu yang intuitif. Pemain dapat melakukan tangkisan, serangan balasan cepat, hingga mengeksekusi musuh dengan jurus pemungkas yang mematikan. Kita juga bisa membuka kemampuan baru yang bakal meningkatkan daya serang serta kecepatan Sophia. Ini memberikan rasio kemenangan yang lebih baik saat berhadapan dengan musuh yang jumlahnya banyak. Sayangnya, tidak ada fitur mengunci target yang membuat Sophia beberapa kali mengganti lawan ketika melancarkan serangan beruntun.

Dalam petualangannya, Sophia juga berkesempatan mendapatkan sebuah artefak kuno buatan Daedalus bernama Minoan Sphere. Bola ini mampu membiaskan dan memancarkan gelombang cahaya intens yang tidak hanya berguna untuk memecahkan teka-teki lingkungan, tetapi juga melemahkan musuh-musuh terinfeksi yang membeku atau terkalsifikasi sebelum akhirnya dihancurkan dengan tebasan pedang.
Ketegangan gameplay semakin diperkuat dengan hadirnya ancaman makhluk bawah tanah. Selain menghadapi kejaran pasukan musuh di permukaan, terdapat wujud makhluk pemburu misterius yang terus berkeliaran di kegelapan labirin Kreta. Kehadiran entitas ini secara konstan memaksa pemain untuk terus bergerak aktif dan berpikir cepat, sebab berdiam diri terlalu lama di satu lokasi akan berujung pada kematian yang fatal.

Tak kalah penting, Resonance: A Plague Tale Legacy menyediakan aksesibilitas yang sangat lengkap dengan berbagai opsi tingkat kesulitan. Terdapat Story Mode yang dilengkapi sistem auto-parry dan auto-dodge bagi pemain yang ingin menikmati alur cerita tanpa tekanan refleks tinggi, opsi Easy, Normal, dan Hard untuk keseimbangan standar, hingga Nightmare Mode bagi pemain veteran yang menginginkan tantangan ekstrem. Game ini juga menyediakan fitur Invincible Mode, High Contrast Mode untuk membantu pemain dengan keterbatasan penglihatan, serta kustomisasi petunjuk teka-teki.
Puzzle atau teka teki adalah elemen utama gameplay Resonance: A Plague Tale Legacy. Desain teka-teki manipulasi cahaya dan manipulasi waktu berganti timeline membuat pemain harus berpikir tetapi tidak terlalu sulit. Memang, dalam beberapa puzzle, kita sering melihat solusinya langsung secara jelas.
Visual dan Audio
Dari segi teknis, Asobo Studio memanfaatkan keunggulan engine internal secara maksimal. Penggunaan pencahayaan volumetrik dan efek kabut tebal memberikan kontras visual yang luar biasa antara keindahan pesisir pantai Kreta dan keheningan gua-gua kuno yang mencekam. Warna gelap saat menjelajah di level bawah tanah membuat suasana makin menegangkan, terutama saat makhluk misterius mulai mencari mangsa.
Sektor audio kembali ditangani oleh komposer Olivier Deriviu00e8re, yang mengombinasikan instrumen musik abad pertengahan dengan nuansa etnik Mediterania kuno. Lagu penutup serta cuplikan peluncurannya menggunakan aransemen ulang dari lagu klasik Depeche Mode, Enjoy the Silence, yang memperkuat tema takdir dan penderitaan dalam cerita.
| PLATFORM: | PS5, PC, Xbox Series X/S |
| DEVELOPER: | Asobo Studios |
| PUBLISHER: | Focus Entertainment |
| TANGGAL RILIS: | 27 Agustus 2026 |
| GENRE: | Action-Adventure |
Kesimpulan
Resonance: A Plague Tale Legacy adalah sebuah langkah berani dari Asobo Studio yang terbukti berhasil. Dengan memindahkan fokus narasi ke Sophia serta mengadopsi elemen aksi petualangan yang lebih cepat dan fleksibel, game ini membuktikan bahwa identitas waralaba A Plague Tale tidak hanya terbatas pada mekanisme persembunyian dan taktik menghindari tikus.
Bagi penggemar lama, game ini memberikan sudut pandang baru yang memperkaya lore Prima Macula dan latar belakang salah satu karakter terfavorit. Sementara bagi pemain baru, petualangan ini menyajikan pengalaman aksi-petualangan berdurasi pas yang seru, indah, dan penuh ketegangan dari awal hingga akhir.
9.8
Resonance: A Plague Tale Legacy
Plus
- Narasi keren banget
- Gameplay baru lebih berani dan dinamis
- Tingkat kesulitas puzzle tepat
- Mekanisme pertarungan dinamis
- Visual mencekam atmosfer tersampaikan
- Soundtrack menyayat hati
Minus
- Tidak bisa lock-on target