Two Point Museum: Rides & Relics
Two Point Museum: Rides & Relics

Two Point Museum: Rides & Relics, Eksperimen Adrenalin Sukses

Mohamad Mamduh • 11 Oktober 2026 20:11
Ringkasnya gini..
  • Hasilnya bukan cuma kosmetik pemanis, melainkan perombakan sistemik yang menantang naluri manajemen pemain.
  • Kehadiran wahana mekanik berskala besar menuntut spesialisasi tenaga kerja baru melalui pengenalan Funfair Experts.
  • Tidak hanya memperluas tema kosmetik, DLC ini juga menyuntikkan jiwa permainan simulator taman hiburan klasik ke dalam fondasi kurasi museum modern.
Jakarta: Sejak meluncur pada awal 2025, Two Point Museum berhasil membuktikan bahwa Two Point Studios mampu mentransformasi formula simulasi manajemen mereka ke ranah yang lebih segar. Alih-alih mengulang mekanika pemulihan pasien di rumah sakit atau kurikulum perkuliahan di kampus, game ini memusatkan seluruh daya tariknya pada seni kurasi spasial, ekspedisi global, dan kepuasan psikologis pengunjung.

Namun, ekspansi terbesarnya yang meluncur pada 8 Oktober 2026, Two Point Museum: Rides & Relics, membawa ambisi yang jauh lebih liar. DLC ini mendobrak batas museum konvensional dengan melahirkan konsep museum-ment—perpaduan antara reservasi sejarah dan taman hiburan. Hasilnya bukan cuma kosmetik pemanis, melainkan perombakan sistemik yang menantang naluri manajemen pemain.
 
twprnr_1
 

Ekspedisi Gearbox Fairgrounds

Lompatan terbesar dalam Rides & Relics langsung terasa dari setting tempat Riquetti Gardens. Dapat diakses setelah menyelesaikan Chapter 1 di Memento Mile, Riquetti Gardens merupakan peta museum terluas yang pernah dihadirkan oleh Two Point Studios. Lokasi ini adalah bekas taman rekreasi terbengkalai selama puluhan tahun yang kini diselimuti semak belukar dan karat.

Bersama insinyur eksentrik Gretchen Gearbox, pemain mengemban misi kampanye bintang lima untuk menghidupkan kembali impian kakeknya. Misi ini bukan sekadar memasang wahana baru, kita harus memperlakukan wahana mekanik lawas sebagai artefak bersejarah yang bernilai budaya tinggi.

Siklus logistik ekspedisi pun disesuaikan secara tematik. Melalui helipad museum, pemain mulai menjelajahi peta ekspedisi baru: Gearbox Fairgrounds. Di sini, tim ekspedisi bertugas mencari cetak biru atau blueprint mekanik kuno, komponen roda gigi raksasa, hingga peninggalan sirkus antik yang terkubur untuk direstorasi dan dipamerkan.
 
twprnr_2
 

Coaster Curation

Bintang utama dari ekspansi ini adalah fitur Coaster Curation. Two Point Studios tidak mengambil jalan pintas dengan menghadirkan wahana instan yang kaku. Sebaliknya, mereka menyematkan sistem konstruksi roller coaster modular 3D yang sangat fleksibel dan mengejutkan untuk ukuran game kurasi museum.

Pemain memegang kendali penuh atas peletakan tiang pancang, penyesuaian ketinggian rel, sudut kemiringan tikungan (camber dan tilt), rantai penarik (chain lifts), hingga rel pendorong kecepatan (boosters). Lintasan ini dapat dibangun membentang di taman terbuka, menembus lorong bawah tanah, atau meliuk-liuk di dalam aula utama museum persis di atas kotak kaca pameran fosil dan artefak rapuh lainnya.

Ekspansi ini menyediakan lima varian coaster tematik dengan spesifikasi dan karakteristik lintasan yang unik. Ada Monobeast Monorail, wahana monorel santai berkecepatan rendah yang dirancang untuk pengunjung yang menghindari ketegangan ekstrem. Bentuknya yang ramping menjadikannya pilihan ideal sebagai sarana transportasi pemandangan indah di koridor galeri dalam ruangan.
 
twprnr_3

Steeple Chase adalah kereta luncur bertempo cepat yang tidak menggunakan rantai penarik biasa, melainkan mengandalkan rel pendorong (boost rails) instan, sangat pas untuk area lahan terbatas.

Modular Steel Inversion Coaster, ini adalah coaster modern berdaya pacu tinggi yang mampu mengeksekusi manuver akrobatik ekstrem seperti putaran terbalik, vertical loop, dan corkscrew berkecepatan tinggi. Kemuddian Historic Wooden Roller, lintasan kayu klasik yang menonjolkan inersia dan penurunan gravitasi beruntun, memberikan sentuhan nostalgia taman hiburan awal abad ke-20.

Berikutnya ada Hybrid Antique Express, merupakan kombinasi lokomotif uap antik dengan sistem rel baja modern yang fleksibel untuk membelah area museum.
 
twprnr_6
 

Funfair Experts

Kehadiran wahana mekanik berskala besar menuntut spesialisasi tenaga kerja baru melalui pengenalan Funfair Experts. Staf ini menjembatani operasional teknis dan hiburan pengunjung.
Di sektor teknis, mereka bertugas melakukan pemeliharaan mekanis secara berkala pada jalur rel dan rem darurat. Jika pemain kekurangan staf ini, wahana berisiko macet dan terbengkalai.

Di sektor operasional, mereka mengatur gerbang keberangkatan agar antrean bergerak lancar, membuat kembang gula di stan konsesi, serta mengenakan hingga 10 kostum maskot unik untuk menghibur para tamu yang menunggu giliran.

Selain roller coaster modular, ekspansi ini menyuntikkan lebih dari 17 instalasi pameran karnaval antik (Antique Amusements) dan wahana klasik. Pengunjung dapat menikmati komidi putar legendaris (Carousel), instalasi mekanik raksasa Great Gear, atraksi koin Penny Pincher, hingga artefak unik bertema Gingerbread Fossil. Koleksi toko suvenir dan pernak-pernik dekorasi luar ruangan seperti bangku karnaval, tempat sampah tematik, hingga pagar labirin turut melengkapi katalog dekorasi.
 
twprnr_4
 

Manajemen Mual, Ferocity, dan Jebakan Kerumunan

Meskipun konsep Rides & Relics terdengar menyenangkan, integrasi wahana berkecepatan tinggi ke dalam museum memicu tantangan logistik baru yang cukup merepotkan jika tidak diantisipasi dengan matang.

Tantangan pertama berakar pada friksi antara skor kebuasan (Ferocity) dan toleransi perut pengunjung. Coaster dengan tikungan tajam dan turunan terjal akan mendongkrak status keseruan, namun pengunjung non-pemberani akan keluar dari wahana dengan tingkat mual (Nausea) ekstrem.

Jika pemain tidak menempatkan tempat sampah khusus muntah (Vomit Bins) di dekat pintu keluar wahana, pengunjung akan memuntahi koridor galeri. Hal ini menciptakan efek domino berbahaya: tumpahan muntah menjatuhkan skor lingkungan (Environment Rating), merusak kebahagiaan pengunjung lain, dan membuat petugas kebersihan kewalahan.

Tantangan kedua terletak pada distribusi kerumunan (crowd flow). Wahana besar cenderung menyerap populasi pengunjung dalam jumlah masif ke dalam antrean panjang, sehingga sayap pameran artefak konvensional di sekitarnya mendadak sepi.
 
twprnr_5

Tanpa lalu lintas pejalan kaki yang seimbang, kotak donasi di galeri bersejarah tidak terisi dan pendapatan bulanan merosot. Selain itu, pengunjung sering kali berkeliaran tanpa arah di concourse luar ruangan yang luas atau hanya memadati wahana sederhana seperti Carousel.

Pemain dituntut memutar otak menerapkan rekayasa tata ruang. Kita bisa memanfaatkan pagar tanaman labirin (maze hedges) untuk membuat koridor jalan terarah dari loket tiket menuju area wahana.

Tur berpemandu (Guided Tours) juga bisa kita rancang agar berakhir persis di mulut antrean roller coaster, sehingga kerumunan pengunjung yang berstatus Buzz tinggi langsung terpompa masuk ke wahana dan gerai suvenir terdekat.


Kesimpulan
Two Point Museum: Rides & Relics adalah ekspansi yang sangat berbobot dan bernilai tinggi. Tidak hanya memperluas tema kosmetik, DLC ini juga menyuntikkan jiwa permainan simulator taman hiburan klasik ke dalam fondasi kurasi museum modern.

Meskipun sistem pencarian rute pengunjung di area terbuka membutuhkan adaptasi tata ruang ekstra, kepuasan melihat roller coaster baja meluncur mulus membelah pameran relik kuno menjadikan ekspansi ini sebuah pencapaian desain yang brilian.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA