Mengambil latar waktu 70 tahun setelah peristiwa StarCraft II: Legacy of the Void, proyek ini menjadi game utama pertama dalam waralaba StarCraft sejak perilisan babak terakhirnya pada 2015. Proyek ini dipimpin oleh General Manager Blizzard, Dan Hay, veteran seri Far Cry dari Ubisoft yang pernah menjabat sebagai Direktur Kreatif Far Cry 5 hingga Far Cry 6.
Pengumuman ini disampaikan pada upacara pembukaan BlizzCon, edisi perdana yang kembali digelar sejak 2023. Blizzard memamerkan trailer sinematik yang memperlihatkan seorang prajurit berarmor Marine tengah bersiap menghadapi kawanan Zerg dalam jumlah masif.
Pergeseran Konsep dan Nuansa Berbeda
Berbeda dari pendahulunya yang mengusung genre real-time strategy (RTS), Blizzard mengonfirmasi bahwa StarCraft terbaru ini merupakan game pemain tunggal (single-player) dengan sudut pandang orang ketiga (third-person).Dan Hay menjelaskan bahwa pergeseran konsep dari RTS ke action shooter dilakukan secara sengaja. Jika seri sebelumnya menuntut pemain mengendalikan banyak unit dari sudut pandang atas (top-down), game ini menempatkan pemain langsung di dalam satu set armor. Pemain bertanggung jawab merawat serta meningkatkan peralatan sembari menjelajahi dunia terbuka.
Selain itu, game ini menjanjikan nuansa yang lebih gelap dan kelam dibanding seri pendahulunya. Atmosfer ketegangan tersebut tercermin dalam trailer, terutama saat keyakinan sang prajurit berubah menjadi kecemasan ketika mendengar kawanan Zerg mendekat.
Alasan Pengumuman Dirilis Lebih Awal
Kehadiran game StarCraft berformat shooter open-world ini menjadi kejutan besar dalam pembukaan BlizzCon. Dan Hay mengungkapkan bahwa pengumuman ini dilakukan karena pengembangan proyek telah mencapai titik yang matang."Kami telah mengerjakannya cukup lama dan merasa ini saat yang tepat untuk menunjukkannya. Cerita, karakter, dan nuansa dunia yang kami ciptakan sudah memiliki fondasi yang solid," ujar Dan Hay, mengutip dari GameSpot.
Ia menambahkan, identitas game tersebut sebenarnya telah terbentuk kuat sejak setahun lalu. Menurutnya, menunda pengumuman lebih lama justru akan melewatkan kesempatan emas untuk mendapatkan umpan balik serta melihat antusiasme langsung dari para penggemar di BlizzCon.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)