The Last of Us Part II
The Last of Us Part II

Review Game

The Last of Us Part II Bikin Kami Emosional

Teknologi game sony review game indonesia playstation
Mohammad Mamduh, Cahyandaru Kuncorojati • 06 Agustus 2020 12:31
Jakarta: Naughty Dog kembali menjawab harapan gamer PS4 lewat The Last of Us Part II. sesuai namanya, ini adalah sekuel dari game yang sebelumnya sudah hadir di PS3 dan kebagian versi remastered untuk PlayStation 4.
 
Tidak sebentar, penantian The Last of Us Part II selama tujuh tahun memang terasa sangat lama. Begitu meluncur, kami termasuk salah satu yang membeli dan langsung memainkannya.
 
Antusiasme ini juga muncul dari seluruh dunia,, dengan total penjualan mencapai empat juta kopi seminggu setelah tersedia. Saya sendiri telah memainkan seri pertamanya di PlayStation 3. Apakah The Last of Us Part II mampu menjawab harapan para penggemarnya? Berikut review game Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengacu pada timeline, The Last of Us Part II meneruskan kisah sebelumnya, dengan jeda lima tahun. Ellie yang dulunya bocah yang penuh rasa takut kini menjalani kehidupan bersama Joel di kota bernama Jackson. Ellie kini menjadi remaja yang punya peran cukup penting karena kemampuannya yang bisa dibilang tidak seperti remaja pada umumnya.
 
The Last of Us Part II Bikin Kami Emosional
 
Bisa dibilang kepribadiannya terbentuk karena situasi dunia yang saat itu memaksa manusia untuk bertahan hidup dengan cara yang tidak biasa.
 
Bertemu dengan banyak karakter lain dengan takdir yang sama tak lagi membuatnya bergantung hidup pada Joel. Ia kini menjadi anggota patroli, yang berarti kemampuannya setara dengan sang bapak yang dulunya melindungi Ellie dengan seluruh jiwa raga.
 
Sayangnya, kehidupan yang sudah keras ini masih harus ditambah satu masalah yang membuat sikap Ellie berubah selamanya. Selain Ellie, ada satu tokoh utama lain, yang ceritanya akan terhubung sepanjang permainan.
Testbed Medcom.id
Prosesor Intel Core i9-9900K, AMD Ryzen 7 3700X
Motherboard ASUS TUF Z390 Plus Gaming, ASUS ROG Strix X570-E Gaming
RAM HyperX Fury DDR4 3200MHz 16GB (2x8GB)
VGA ASUS ROG Strix RTX 2060 Gaming 6G OC, Sapphire Pulse RX 5700 XT 8G
Pendingin Noctua NH-L12S, Noctua NH-L9x65
Storage Western Digital Black SN750 1TB, Lexar NM500 512GB
PSU Corsair RM 850X
Monitor ASUS ROG Swift PG258Q
Mouse Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
Mousepad Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
Keyboard Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
Headset Corsair HS60, Corsair HS70

The Last of Us Part II masih mengusung genre action-adventure, dengan sudut kamera orang ketiga belakang bahu. Selain grafis yang lebih tajam dan detail yang lebih baik, dunia permainan juga terlihat lebih luas. Beberapa lokasi memungkinkan Anda menjelajah ke tempat lain dahulu ketimbang langsung ke titik misi utama.
 
Ini sengaja dirancang agar pemain penasaran, dan tentunya ada reward setiap menjelajah ke satu tempat. Latar dunia post-apocalypse dalam game ini memberikan gambaran bahwa satu-satunya cara untuk hidup dengan aman dari serbuan zombie adalah selalu memegang senjata setiap saat, mengganjal setiap pintu yang ada, dan melindungi kota dengan membangun tembok.
 
Dari bangunan tua yang dipenuhi lumut, atau kota kecil yang telah tertimbun salju, sampai kawasan perkantoran yang sudah tertutup oleh tanaman, memberikan Sepanjang permainan Anda akan disuguhkan dunia yang terbilang sepi, dan seringkali Anda akan “ditemani” oleh zombie dan manusia lain yang tidak sejalan dengan Ellie.
 
Ini menandakan pemain harus selalu siaga, karena dari ruangan kosong atau parkiran mobil yang terasa sunyi, bisa ada zombie yang sudah siap memangsa Ellie.
 
The Last of Us Part II Bikin Kami Emosional
 
Pergerakan tokoh utama terbilang apik. Sebagai Ellie, pemain akan bergerak cukup lincah dalam menghadapi banyak musuh atau mencari jalan keluar dari satu tempat. Saat berhadapan dengan zombie atau manusia jarak dekat, ia dapat menghindar dengan gerakan yang luwes, kemudian balas menyerang dengan senjata atau tangan kosong.
 
Salah satu hal yang membuat setiap pertarungan menjadi lebih menantang adalah keterbatasan jumlah peluru. Saat tidak punya amunisi, Ellie bisa saja berlari menghindar sambil mencari peluru dari lawan yang sudah kalah.
 
Bisa juga dengan mencari cara lain untuk mengalihkan perhatian lawan yang telah kehilangan jejak Ellie. Memang, menyerang dengan tangan kosong tidak akan melumpuhkan lawan, tetapi jika Anda punya kontrol yang cukup baik, setiap adegan pertarungan bisa Anda selesaikan dengan serangan jarak dekat. Ellie juga bisa mengalahkan lawannya secara senyap dengan menyelinap di belakang setiap musuh.
 
Seringkali, cara ini dianggap kurang seru karena tidak menggambarkan emosi Ellie yang penuh dengan balas dendam. Beberapa pemain saat ini telah mengunggah video mengenai teknik mengalahkan lawan yang brutal atau tak kenal ampun. Oleh karena itu, sangat ditekankan bahwa game ini untuk usia dewasa.
 
The Last of Us Part II Bikin Kami Emosional
 
Sepanjang permainan, Ellie dapat meningkatkan kemampuan dan senjata yang dimilikinya. Meskipun tidak banyak, The Last of Us Part II menawarkan peningkatan kemampuan yang dapat dibuka dengan mengumpulkan item dalam jumlah tertentu. Upgrade senjata juga bisa meningkatkan akurasi atau daya rusak.
 
Agar lebih kuat dalam bertahan hidup, Ellie juga dapat merakit beberapa benda seperti panah, molotov, atau medkit. Salah satu fitur yang cukup menarik dan dapat merangkul semua gamer adalah menu aksesibilitas, sehingga gamer yang punya beberapa keterbatasan juga dapat ikut melihat perjalanan hidup Ellie.
 
Dari segi cerita, semua penokohan cukup punya peran yang terlihat. Sejak awal permainan, Anda akan dibawa ke dalam adegan yang dapat membuat Anda mengubah pandangan bahwa setiap manusia harus saling membantu dalam dunia The Last of Us Part II.
 
The Last of Us Part II Bikin Kami Emosional
 
Setelah itu, perasaan Anda akan berubah drastis dan mendukung keputusan Ellie selanjutnya. Ada juga beberapa tokoh lain yang memberikan sudut pandang berbeda, dan dalam satu masalah, seringkali keputusan yang diambil ternyata bukan keputusan yang salah, walau Anda secara personal tidak setuju.
 
Satu kekurangan yang saya lihat selama bermain The Last of Us Part II adegan kekerasan yang cenderung berlebihan dan bisa membuat pemain lebih cepat stres. Untuk beberapa orang, ini akan membuat ia tidak bisa bermain lama-lama.
 
Di sisi lain, dunia dalam The Last of Us Part II memang menggambarkan situasi yang tidak biasa, tak lupa dengan kehidupan manusia yang cukup keras. Setidaknya, game ini punya banyak sisi positif dan bisa dibilang menjawab ekspektasi para gamer.
 
Kesimpulan
The Last of Us Part II bisa dibilang sebagai salah satu game terbaik yang hadir di tahun 2020, walau ia mungkin masih kalah dengan game lain yang sudah dirilis atau yang akan datang.
 
Pengembangan yang tepat membuat game ini mampu menghadirkan cerita dan dunia permainan yang unik dan spesial, dan rasanya dapat memberikan kesan yang cukup mendalam untuk para gamer, baik penggemar seri ini atau pemain baru yang belum mengetahui cerita awal.
 
Sekali lagi, tampaknya Naughty Dog kembali berhasil menciptakan game apik yang dapat menemani gamer selagi menunggu kehadiran PS5.
 
Judul: The Last of Us Part 2
Platform: PS4
Developer: Naughty Dog
Publisher: Sony Interactive Entertainment
Tanggal Rilis: 19 Juni 2020
Genre: Action-Adventure
9.2
The Last of Us Part II
Plus
  • Visual dunia keren
  • Cerita menggugah emosi
  • Gameplay fleksibel tapi tetap terarah
Minus
  • Aksi brutal cenderung berlebihan


 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif