Jajaran tersebut mencakup perangkat untuk esports, PC gaming, sim racing, hingga kebutuhan kreator, sekaligus memperluas ekosistem hardware dan software milik Logitech G.
Peluncuran ini menarik karena Logitech G tidak hanya menambah periferal dengan spesifikasi baru. Perusahaan juga memperkuat sisi software dan personalisasi, sehingga perangkat yang digunakan gamer dapat terhubung dengan pengalaman yang lebih luas, mulai dari pertandingan kompetitif hingga pembuatan konten.
“Dinamika dunia game berkembang lebih cepat dari sebelumnya. Teknologi terobosan dan cara-cara baru untuk berkompetisi terus menembus batas-batas kemungkinan dalam gaming,” ujar Robin Piispanen, General Manager Logitech G.
PRO Series Dapat Generasi Baru
Logitech G PRO Series.
Segmen paling serius dalam peluncuran ini datang dari Logitech G PRO Series, lini yang dikembangkan bersama atlet esports profesional untuk kebutuhan kompetisi.
Empat perangkat baru menjadi perhatian yakni PRO X3 SUPERSTRIKE Gaming Mouse, PRO X Control Mousepad, PRO X2 RAPID Gaming Keyboard, dan PRO X3 LIGHTSPEED Gaming Headset.
PRO X3 SUPERSTRIKE menjadi salah satu produk dengan perubahan teknis paling menarik. Logitech G mengembangkan mouse tersebut selama sembilan bulan bersama atlet profesional dengan fokus pada keseimbangan, efisiensi daya, dan respons.
Teknologi HITS (Haptic Inductive Trigger System) menjadi fondasi utamanya, sementara efisiensi daya di dalam rangka mouse disebut meningkat hingga 50 persen.
Di sisi keyboard, PRO X2 RAPID Gaming Keyboard menggunakan switch magnetik kustom dengan fitur Rapid Trigger dan Key Priority.
Pengguna bisa melakukan pengaturan melalui G HUB atau langsung dari OLED interface pada perangkat. Pendekatan ini membuat sejumlah konfigurasi dapat dilakukan secara real-time tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perangkat lain.
Untuk audio, PRO X3 LIGHTSPEED Gaming Headset membawa mikrofon kelas studio 48 kHz dan pengaturan EQ untuk membantu pemain menonjolkan isyarat audio yang dianggap penting ketika bermain. Logitech G juga menekankan daya tahan baterai sebagai bagian dari rancangan headset tersebut.
Sementara itu, PRO X Control Mousepad hadir dalam ukuran 400 x 460 mm dengan kain rajut khusus untuk gerakan omnidirectional, bantalan Slimflex Foam 6mm, serta alas dengan daya cengkram tinggi agar mousepad tidak mudah bergeser.
G HUB Replay Ubah Gameplay Jadi Konten
Salah satu perubahan paling relevan bagi gamer masa kini justru bukan perangkat keras, melainkan G HUB Replay. Software ini tersedia secara gratis dan dirancang untuk merekam gameplay secara otomatis, mengenali momen penting, lalu menyusun highlight menjadi kompilasi video.Fitur tersebut dapat membantu pemain menyimpan momen seperti clutch 1v3 atau aksi penentu pada detik-detik akhir tanpa harus melakukan proses penyuntingan secara manual. G HUB Replay mendeteksi, menyimpan, dan mengekspor momen tersebut sehingga lebih mudah dibagikan.
Kehadiran fitur ini menunjukkan perubahan kebutuhan pengguna periferal gaming. Sesi bermain kini juga bisa menjadi bahan konten, sehingga software pendamping memiliki peran yang semakin besar dalam pengalaman gaming.
Pilihan Gaming Lebih Luas untuk Pengguna Umum
Logitech G tidak hanya membidik pemain esports. Perusahaan memperluas lini G3 Series melalui G316 X 75, keyboard mekanikal ringkas yang ditujukan untuk gamer yang ingin menghemat ruang di meja.Perangkat ini dapat dipadukan dengan G-KEYCAPS, koleksi keycap PBT dual-shot premium dan kenop transparan dengan empat tema, yakni Forest, City, Battlefield, dan Castle.
Di lini mouse, Logitech G juga menghadirkan pilihan warna baru untuk G502 X PLUS sekaligus memberikan pembaruan firmware sensor HERO untuk G502 X PLUS dan G502 X LIGHTSPEED.
Setelah pembaruan, resolusi maksimum sensor mencapai 44.000 DPI, dengan presisi submikron dan pengaturan sensitivitas sumbu X/Y secara independen. Pembaruan ini dapat diperoleh pengguna lama secara gratis melalui G HUB.
Sim Racing Makin Modular
Logitech Sim Racing G923.
Segmen lain yang mendapat perhatian adalah sim racing. Logitech G memperkenalkan perangkat keras modular baru untuk PC, termasuk versi standalone kemudi G923, sistem direct-drive RS50, dan RS Pedals SE yang menggunakan sensor Hall-effect untuk pedal rem dan gas.
Ada pula RS50 McLaren Racing Edition dengan desain khas McLaren Racing dan kombinasi wheelbase direct-drive 8 Nm serta teknologi TRUEFORCE. Ketika dipasangkan dengan kokpit Playseat Instinct McLaren Racing Edition, perangkat ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman balap yang lebih imersif di rumah.
Hardware dan Software Jadi Satu Ekosistem
Lewat Logitech G PLAY 2026, arah pengembangan produk Logitech G terlihat semakin bertumpu pada hubungan antara perangkat keras dan software.Perusahaan tidak hanya menawarkan mouse, keyboard, headset, atau perangkat racing secara terpisah, tetapi mencoba menghubungkannya melalui G HUB, personalisasi, serta fitur yang mendukung aktivitas gamer di luar pertandingan.
Logitech G menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari visinya untuk membangun ekosistem terhubung yang melibatkan hardware, software, kreator, dan komunitas. Perusahaan juga akan mengumumkan harga, ketersediaan regional, dan jadwal peluncuran masing-masing produk melalui kanal resmi di setiap wilayah.
Dengan 15 produk baru tersebut, Logitech G tidak hanya memperbesar pilihan gear gaming pada 2026.
Fokusnya juga mulai bergeser ke bagaimana perangkat dapat mengikuti keseluruhan aktivitas gamer, mulai dari bermain secara kompetitif, membuat highlight, melakukan personalisasi setup, hingga membawa pengalaman sim racing lebih dekat dengan perangkat keras yang terasa modular.