Logo PlayStation. (UNSPLASH)
Logo PlayStation. (UNSPLASH)

Prediksi Harga PS6: Benarkah Bisa Tembus Rp18 Juta?

Cahyandaru Kuncorojati • 01 Juli 2026 17:31
Ringkasnya gini..
  • Rumor terbaru menyebut biaya produksi PlayStation 6 terus naik akibat mahalnya harga RAM dan media penyimpanan.
  • Jika Sony menjual PS6 seharga USD999, harga di Indonesia diperkirakan bisa mendekati Rp18 juta sebelum pajak.
  • Hingga saat ini Sony belum mengumumkan harga maupun jadwal peluncuran PlayStation 6 secara resmi.
Jakarta: Menantikan kehadiran PlayStation 6 (PS6) kini bukan hanya soal peningkatan performa atau fitur baru. Perhatian gamer juga mulai tertuju pada satu pertanyaan besar, berapa harga PS6 saat resmi dirilis? Rumor terbaru menyebut konsol generasi berikutnya dari Sony berpotensi menjadi PlayStation termahal yang pernah dipasarkan jika tren kenaikan harga komponen terus berlanjut.
 
Spekulasi tersebut muncul setelah sejumlah laporan menyebut biaya produksi PS6 mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga komponen penting seperti RAM dan media penyimpanan (storage) yang saat ini banyak dibutuhkan industri pusat data dan kecerdasan buatan (AI).
 

Biaya Produksi PS6 Disebut Hampir Sentuh USD1.000

Laporan terbaru dari pembocor perangkat keras AMD, Kepler_L2, menyebut bill of materials (BoM) atau biaya material PlayStation 6 kini meningkat sekitar USD200 dibandingkan estimasi sebelumnya.
 
Beberapa bulan lalu, biaya material PS6 diperkirakan berada di kisaran US$760. Kini, nilainya disebut hampir menyentuh USD1.000, sehingga memunculkan spekulasi Sony kemungkinan harus menjual konsol tersebut di kisaran US$999 agar tetap menjaga margin bisnisnya.

Jika menggunakan kurs referensi Bank Indonesia pada 29 Juni 2026 ketika kabar ini beredar yang berada di kisaran Rp17.850 per dolar AS, maka harga USD999 setara sekitar Rp17,8 juta. 
 
Nilai tersebut masih berupa konversi langsung dan belum mencakup pajak, biaya distribusi, maupun penyesuaian harga apabila PS6 nantinya dipasarkan secara resmi di Indonesia.
 
Meski begitu, angka tersebut memberi gambaran bahwa konsol generasi terbaru Sony berpotensi hadir dengan harga jauh lebih tinggi dibanding pendahulunya.
 

Apa Itu Bill of Materials (BoM)?

Dalam industri elektronik, bill of materials (BoM) merupakan daftar seluruh komponen yang diperlukan untuk memproduksi sebuah perangkat.
 
Pada sebuah konsol game, BoM meliputi prosesor, GPU, RAM, media penyimpanan, motherboard, sistem pendingin, catu daya, hingga material bodi.
 
Perlu dipahami bahwa BoM bukan harga jual produk. Nilai tersebut hanya mencerminkan biaya material yang dikeluarkan produsen sebelum ditambah biaya riset dan pengembangan (R&D), manufaktur, distribusi, pemasaran, layanan purnajual, hingga keuntungan perusahaan.
 
Karena itu, ketika biaya BoM meningkat, produsen biasanya dihadapkan pada dua pilihan, yakni menaikkan harga jual atau mengurangi margin keuntungan.
 

Harga RAM dan SSD Jadi Faktor Utama

Menurut Kepler_L2, lonjakan biaya produksi PS6 dipicu oleh semakin mahalnya harga RAM dan media penyimpanan SSD.
 
Kedua komponen tersebut kini mengalami peningkatan permintaan secara global, terutama dari industri AI yang membutuhkan kapasitas memori dan penyimpanan dalam jumlah besar untuk mendukung pembangunan pusat data.
 
Dampaknya tidak hanya dirasakan Sony. Valve sebelumnya juga mengungkap bahwa mereka harus bernegosiasi keras hanya untuk memperoleh pasokan RAM dan SSD bagi perangkat Steam Machine. Microsoft pun telah beberapa kali menaikkan harga Xbox Series X dan Series S di sejumlah negara.
 
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan biaya saat ini terjadi hampir di seluruh industri perangkat keras.
 
Meski biaya produksi meningkat, rumor yang sama menyebut Sony tidak memiliki alasan kuat untuk menunda peluncuran PS6.
 
Jika harga komponen terus naik, penundaan justru berpotensi membuat biaya produksi semakin mahal. Sebaliknya, apabila harga mulai stabil, perusahaan juga tidak memperoleh keuntungan berarti dengan menggeser jadwal peluncuran.
 
Artinya, keputusan menunda perilisan dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan utama, yakni tingginya harga komponen. Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih berasal dari bocoran industri dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Sony.
 

Berpotensi Jadi PlayStation Termahal

Apabila benar dipasarkan di kisaran USD999, PlayStation 6 akan memecahkan rekor sebagai konsol rumahan Sony dengan harga peluncuran tertinggi.
 
Sebagai perbandingan, PlayStation 3 yang meluncur pada 2006 sempat menuai kontroversi karena dibanderol USD599, harga yang kala itu dianggap terlalu mahal dan menjadi salah satu penyebab awal penjualannya berjalan lebih lambat dibanding ekspektasi.
 
Meski situasi industri saat ini berbeda, harga tetap menjadi faktor penting yang akan menentukan daya tarik PS6 di pasar global.
 
Untuk saat ini, penggemar sebaiknya menyikapi berbagai bocoran tersebut sebagai informasi awal. Sony sendiri masih belum mengumumkan spesifikasi, jadwal peluncuran, maupun harga resmi PlayStation 6, sehingga seluruh angka yang beredar masih bersifat prediksi.
 
Jika Anda berencana membeli PS6 saat resmi meluncur, pantau terus pengumuman dari Sony dalam beberapa waktu ke depan. Informasi resmi mengenai spesifikasi, harga, dan jadwal rilis akan menjadi acuan terbaik sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA