Tami Bhaumik, Vice President of Civility & Partnerships Roblox. (Foto: X @Roblox_RTC)
Tami Bhaumik, Vice President of Civility & Partnerships Roblox. (Foto: X @Roblox_RTC)

Roblox Ungkap Upaya Penuhi PP TUNAS, Libatkan Banyak Tim dalam Waktu Singkat

Mohamad Mamduh • 11 Agustus 2026 15:29
Ringkasnya gini..
  • Roblox mengungkap proses intensif untuk memenuhi aturan PP TUNAS di Indonesia.
  • Upaya tersebut melibatkan tim legal, engineering, product, marketing, hingga accounting.
  • Roblox juga menyesuaikan sistem keamanan melalui pendekatan safety by design.
Jakarta: Roblox mengungkap proses yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) di Indonesia.
 
Menurut Tami Bhaumik, Vice President of Civility & Partnerships Roblox, penyesuaian terhadap regulasi tersebut membutuhkan kerja sama dari berbagai departemen. Roblox juga perlu menyesuaikan kebijakan dan sistem engineering dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.
 

Proses Compliance Roblox Sangat Intens

Tami menjelaskan, Roblox memang harus menyesuaikan kebijakan dan sistem teknologinya dengan regulasi di setiap negara. Untuk memenuhi PP TUNAS, perusahaan telah melakukan pembahasan dengan pihak terkait di Indonesia selama berbulan-bulan sebelum menerapkan berbagai perubahan yang diperlukan.
 
Ketika ditanya mengenai besarnya upaya teknis dan operasional untuk memenuhi regulasi dalam waktu singkat, Tami menyebut proses tersebut sangat intens.

“Prosesnya sangat intens. Semua departemen di Roblox, baik accounting, legal, engineering, product teams, maupun marketing, bekerja sama dengan sangat erat dan cepat untuk memenuhi kebutuhan PP TUNAS,” ungkap Tami dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id, Kamis (06/08/2026). 
 
Keterlibatan berbagai departemen tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan PP TUNAS tidak hanya berkaitan dengan perubahan sistem teknologi. Tim legal, engineering, product, marketing, hingga accounting perlu bekerja secara terkoordinasi agar kebutuhan regulasi dapat dipenuhi.
 
Tami juga melihat proses tersebut sebagai kesempatan bagi berbagai bagian di Roblox untuk bekerja lebih terpadu.
 
“Ini menjadi kesempatan yang menyatukan Roblox,” jelas Tami. 
 

Roblox Terapkan Pendekatan Safety by Design

Selain memenuhi ketentuan regulasi, Roblox menerapkan pendekatan safety by design dalam pengembangan dan perubahan fitur di platformnya.
 
Tami menjelaskan, setiap fitur baru harus melewati proses persetujuan bertahap sebelum diperkenalkan kepada pengguna. Proses tersebut melibatkan berbagai tim, termasuk departemen legal dan tim civility, untuk memastikan fitur yang dikembangkan tidak menimbulkan dampak buruk bagi pengguna. 
 
“Setiap fitur yang hadir di Roblox harus melalui proses persetujuan multi-tahap. Fitur tersebut harus melalui departemen legal, tim civility, dan berbagai tim kebijakan untuk memastikan tidak menimbulkan dampak buruk,” kata Tami. 
 
Pendekatan tersebut juga diterapkan pada perubahan yang dilakukan Roblox untuk memenuhi PP TUNAS. Dengan begitu, aspek kepatuhan terhadap regulasi dapat berjalan bersama dengan pertimbangan keamanan pengguna sejak tahap pengembangan fitur.
 

Roblox Sesuaikan Sistem untuk Pengguna Indonesia

Salah satu penerapan yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia adalah pembagian kelompok usia melalui Roblox Kids dan Roblox Select.
 
Roblox Kids diperuntukkan bagi pengguna usia 5–12 tahun, sedangkan Roblox Select mencakup pengguna usia 13–15 tahun. Pembagian tersebut berbeda dari kelompok usia yang digunakan Roblox secara global setelah perusahaan menyesuaikan penerapannya dengan kondisi dan regulasi di Indonesia. 
 
Penyesuaian ini menjadi salah satu contoh penerapan kebijakan Roblox yang mempertimbangkan regulasi dan karakteristik masing-masing negara. Perusahaan menyatakan tetap memperhatikan hukum serta kebiasaan lokal dalam mengembangkan dan menerapkan fitur keamanan.
 
Melalui proses yang melibatkan berbagai departemen dan pendekatan safety by design, Roblox berupaya memastikan perubahan untuk memenuhi PP TUNAS tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga tetap mendukung perlindungan anak di platform.
 
(Sheva Asyraful Fali)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA