Review Game

Marvel's Spider-Man, Pantas Jadi Game Spider-Man Terbaik

Cahyandaru Kuncorojati 14 Oktober 2018 13:49 WIB
gamessonyreview game indonesiaplaystation
Marvels Spider-Man, Pantas Jadi Game Spider-Man Terbaik
Spider-Man.
Jakarta: Spider-Man garapan studio Insomniac Games dirilis oleh Sony pada 7 September 2018 lalu. Game inipun memperoleh prestasi besar, mengalahkan penjualan game God of War, bahkan film Spider-Man sendiri di layar lebar.

Game Spider-Man terbaru ini memiliki jalan cerita yang agak berbeda dari komiknya. Medcom.id sendiri bukan pengikut seluruh seri komik Spider-Man secara lengkap. Namun, dipastikan seluruh karakter ikonik kawan maupun lawan atau supervillain jagat dunia Spider-Man muncul.

Peter Parker dan Mary Jane digambarkan sudah dewasa. Peter Parker berprofesi sebagai asisten peneliti Dr. Otto Octavius, yang awalnya digambarkan sebagai sosok yang dekat dan mendukung Parker sebelum berubah menjadi supervillain.




Mary Jane sendiri menjadi seorang jurnalis di Daily Bugle. Keduanya diceritakan sudah putus cinta. Mereka bekerja sama mengungkap beberapa kasus kejahatan yang menimpa kota New York City dan sang Wali Kota yakni Norman Osborn yang tidak lain ayah Harry Osborn, teman Parker dan Mary Jane.

Anda akan tetap melawan supervillain khas dari dunia komik Spider-Man. Jangan harapkan kisah ini menyatu dengan Marvel Comic Universe yang dihadiri The Avengers. Meskipun beigut, gedung markas The Avengers dan kedutaan besar Wakanda bisa ditemukan di kota New York dalam game ini.



Bicara soal kota New York, Amerika Serikat, di game ini tatanan kota dan visualnya sangat menakjubkan. Medcom.id menemukan beberapa bangunan atau landmark dari New York City yang dengan lokasi yang sesuai dengan aslinya. Menariknya, menara kembar World Trade Center yang sudah runtuh ternyata masih berdiri tegak.

Landmark yang menjadi latar karakter superhero Marvel juga ditemukan, misalnya di distrik Hell's Kitchen yang jadi latar kota karakter Daredevil . Spider-Man memang beberapa kali kerap menyindir sedikit mengenai superhero lainnya dengan guyonan khas.

Sayangnya, pergantian cuaca dan waktu siang-malam tidak berjalan sepanjang permainan. Pergantian waktu dan cuaca akan berubah seiring jalan cerita. Apabila ada misi yang mengharuskan dilakukan malam hari, di bagian loading akan diperlihatkan gambar kota New-York yang berganti waktu.



Masuk ke gameplay, Medcom.id mulai paham alasan game ini layak disebut game terbaik meskipun eksklusif untuk PS4. Pergerakan Spider-Man berayun bertualang di antara gedung New York serta gaya bertarungnya sangat jauh lebih nyata dan halus ketimbang seri terdahulu.

Spider-Man kini bisa berdiri di atas tiang lampu atau papan penunjuk jalan, tidak hanya di atas gedung.

Hal ini diganjar dengan panduan kontrol yang perlu Anda hafal. Anda akan disajikan daftar kontrol atau kombinasi tiap tobal terhadap manuver Spider-Man dari gedung ke gedung termasuk gaya bertarungnya.

Medcom.id menjadi teringat game fighting Tekken yang mengharuskan Anda mengingat kombinasi tombol masing-masing jurus.



Hal ini tidak begitu masalah karena akan terbiasa sepanjang permainan. Medcom.id sangat memuji sensasi manuver dan berayun dari tempat tinggi ke gedung satu ke gedung lainnya. Sangat seru, apalagi saat harus sambil bertarung dan mengejar musuh.

Gaya bertarung Spider-Man juga lebih nyata dan bebas. Anda bisa menarik benda atau musuh dan mengayunkannya ke arah musuh lain atau sesekali berayun menghindari musuh dan kembali menyerangnya.

Spider-Sense yang mendeteksi seragan musuh akan memberikan tanda dan gerakan lambat untuk Anda menghindar dan melakukan counter-attack.

Soal gaya serangan dan manuvernya di antara gedung di kota New York City, Insomniac Games memberikan sentuhan RPG ke dalam game ini. Setiap kali bertarung dan menjalankan misi utama terutama misi sampingan akan ada experience point yang bisa ditingkatkan ke keahlian Spider-Man.



Keahlian tersebut menjadi tiga jenis yaitu gaya serangan mengandalkan jaring laba-laba, gaya serangan memanfaatkan serangan musuh atau senjata musuh, dan kemudian keahlian untuk melakukan gerakan akrobatik yang membantu Spider-Man berayun dengan lincah. Pemain menjadi memiliki semakin banyak kombo serangan.

Pada beberapa misi atau serangan biasanya akan disuguhkan tampilan gameplay sinematik, misalnya saat berusaha menolong seseorang dari runtuhan bangunan. Dalam gerakan lambat Anda diminta menggeser kontrol ke arah reruntuhan lalu menembakkan jaring serta menekan tombol lainnya secepat mungkin.

Gameplay Spider-Man memang agak kurang realistis karena tidak ada satupun warga New York yang terluka karena aksinya. Tampilan sinematik tadi membuat Medcom.id juga pensasaran menikmati game ini sebagai cerita interaktif.



Misi sampingan yang diberikan memubat betah bermain. Ini juga membuat pemain ingin mengejar tingkat komplit 100 persen.

Misi sampingan sangat beragam, mulai dari memecahkan teka-teki ringan, mengejar musuh sepeti kasus kejahatan, mengumpulkan item dengan berayun dan akrobiatik di udara, hiungga menyerang markas musuh.

Setiap misi sampingan akan memiliki objek yang bisa dipenuhi, misalnya meyerang beberapa musuh dengan gaya serangan tertentu atau menyerang diam-diam. Apabila berhasil, Anda akan diganjar sejumlah collectible item berupa token.

Apa fungsi token yang beragam sesuai jenis side quest? Banyak, mulai dari membuka beragam kostum terbaru dan gadget senjata Spider-Man. Apakah wajib? Medcom.id akan bilang sangat wajib. Alasannya setiap kostum Spider-Man memiliki gaya serangan spesial dan kemampuan khusus yang bisa digunakan.



Demikian juga gadget senjata Spider-Man, mulai dari ranjau jaring laba-laba hingga jaring laba-laba dengan efek kejut listrik. Semuanya bisa dibuka dan ditinggkatan dengan prasyarat token yang dikumpulkan. Artinya gaya bertarung Anda semakin canggih dan tentu saja kostum dan serangan spesial yang ada bisa dipadukan, tidak hanya untuk satu kostum.


Kesimpulan
Game Marvel's Spider-man garapan Insomniac Games ini sangat wajib untuk dimiliki Game ini juga menjadi jawaban dari kritik selama ini, terutama yang memainkan game Spider-man sejak era MS-DOS di PC dan konsol PlayStation generasi pertama.

Tidak hanya menawarkan jalan cerita menarik melawan supervillain dari seri Spider-Man, side quest yang sangat menghibur dan seru juga membuat game ini tidak cepat membosankan. Sony sendiri kabarnya sudah menyiapkan dua DLC untuk game ini.

Satu kekurangan yang Medcom.id temukan mungkin bisa diperbaiki adalah soal pergantian waktu dan cuaca yang tidak dinamis dan terkunci pada jalan cerita utama. Padahal, game ini adalah game open world.

Platform: PlayStation 4
Developer: Insomniac Games
Publisher: Sony
Tangal Rilis: 7 September 2018
Genre: Action-Adventure
 
 
9.8
Marvel's Spider-Man
Plus
  • Tampilan visual game memuaskan
  • Jalan cerita membuat penasaran
  • Gameplay yang tidak membosan
  • Kostum dilengkapi serangan khas
  • Fitur RPG yang menghibur
Minus
  • Pergantian waktu dan cuaca di dalam game tidak dinamis

 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.