Sebelumnya, Nintendo menjadikan game ini sebagai sorotan utama dalam ajang Nintendo Direct pada awal September. Versi remake ini membawa sejumlah inovasi anyar, antara lain sistem pembidikan berbasis gerakan dengan Joy-Con, fitur input suara untuk memainkan Ocarina, serta sistem Threads of Time yang memudahkan pemain memantau ringkasan alur cerita.
Visual Peta Berkonsep Perkamen dan Perluasan Wilayah Hyrule
Berdasarkan unggahan pada situs resmi berbahasa Jepang, Nintendo menampilkan peta utuh Hyrule dengan gaya visual menyerupai lukisan di atas perkamen. Visual tersebut memperlihatkan deretan lokasi ikonik, seperti Hyrule Castle Town, Kokiri Forest, hingga Gerudo Valley.
Sejumlah wilayah, seperti Ice Cavern dan area pemakaman di Kakariko Village tampak dirancang lebih luas ketimbang versi orisinalnya. Hal ini mengindikasikan adanya perluasan zona eksplorasi dalam versi remake.
Perubahan signifikan juga terlihat pada perancangan lanskap Kerajaan Hyrule. Tata letak lokasi utama di Kokiri Forest mengalami perombakan desain, sementara lorong-lorong belakang di Hyrule Castle Town kini berkembang lebih kompleks. Selain itu, Nintendo menerapkan mekanisme waktu yang terus berjalan secara realistis, bahkan saat karakter utama, Link, memasuki area perkotaan atau pemukiman.
Konsol Edisi Spesial Nintendo Switch 2 dan Film Live-Action
Bersamaan dengan perilisan game tersebut, Nintendo turut memperkenalkan konsol edisi terbatas Nintendo Switch 2. Perangkat ini hadir merayakan ulang tahun ke-40 waralaba The Legend of Zelda dengan balutan warna hijau khas pada Joy-Con.
Nintendo juga meluncurkan Pro Controller versi baru khusus Nintendo Switch 2 yang mengusung skema warna senada. Ini menjadi kali kedua konsol generasi terbaru tersebut mendapatkan kontroler edisi spesial.
Selain proyek remake game, waralaba ini dipastikan akan merambah layar lebar. Proyek film live-action The Legend of Zelda saat ini telah dijadwalkan untuk tayang perdana di bioskop pada 30 April 2027.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)