Tami Bhaumik, Vice President of Civility & Partnerships Roblox, menjelaskan alasan Indonesia dipilih sebagai salah satu pasar awal untuk kedua kategori tersebut.
“Indonesia merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat, baik dari segmen anak muda maupun komunitas creator dan developer. Jadi, peluang yang kami lihat untuk terus mengembangkan komunitas developer yang dinamis di sini sangat besar,” ungkap Tami dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id, Kamis (06/08/2026).
Menurut Tami, pertumbuhan komunitas tersebut menjadi salah satu pertimbangan Roblox dalam menghadirkan Roblox Kids dan Roblox Select lebih awal di Indonesia. Perusahaan melihat masih terdapat ruang besar untuk mengembangkan ekosistem creator dan developer lokal.
Populasi dan Komunitas Creator Jadi Pertimbangan
Selain pertumbuhan segmen anak muda dan developer, Roblox juga mempertimbangkan ukuran pasar Indonesia serta antusiasme komunitas creator. Tami mengatakan faktor-faktor tersebut membuat Indonesia menjadi pilihan yang natural bagi Roblox.
“Jadi, merupakan keputusan yang natural bagi kami untuk memilih Indonesia. Karena populasinya yang besar, peluang yang ada di sini, dan juga antusiasme di dalam komunitas creator,” kata Tami.
Tami juga menilai komunitas creator dan developer Indonesia memiliki karakter yang kuat. Ia menyebut komunitas tersebut sebagai salah satu yang paling aktif di Asia, bahkan berpotensi termasuk yang paling dinamis di dunia.
Menurutnya, kekuatan komunitas tersebut tidak hanya terlihat dari aktivitas pengembangan game, tetapi juga dari hubungan antarpengembang. Komunitas creator Roblox di Indonesia dinilai memiliki unsur kebersamaan, pertemanan, dan saling membantu dalam menghadapi berbagai persoalan selama proses pengembangan.
Implementasi Roblox Kids dan Select Terus Disempurnakan
Meski Indonesia menjadi salah satu pasar awal, Roblox tetap menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan fitur tersebut. Salah satu tantangannya adalah memastikan lebih banyak game dapat tersedia bagi pengguna Roblox Kids dan Roblox Select tanpa mengesampingkan aspek keamanan.
Tami mengatakan Roblox sejauh ini belum menemukan banyak masalah dalam penerapan kedua kategori tersebut di Indonesia. Namun, perusahaan masih terus melakukan penyempurnaan.
“Untuk Roblox Kids dan Roblox Select, kami belum melihat banyak masalah. Kami terus melakukan penyempurnaan,” jelas Tami.
Menurutnya, tantangan yang lebih terasa justru datang dari komunitas developer yang ingin game mereka mendapatkan persetujuan lebih cepat agar dapat diakses oleh pengguna Roblox Kids dan Roblox Select.
“Saya pikir mungkin tantangan terbesar adalah komunitas developer kami ingin game mereka disetujui lebih cepat untuk mendapatkan akses ke Roblox Kids dan Roblox Select. Jadi, kami dengan sangat hati-hati mengizinkan lebih banyak game untuk masuk ke Roblox Kids dan Select. Namun, kami akan selalu memprioritaskan keamanan,” ujar Tami.
Roblox pun memilih membuka akses tersebut secara bertahap. Menurut Tami, perusahaan tidak ingin terburu-buru memasukkan lebih banyak game apabila proses tersebut berpotensi mengurangi standar keamanan bagi pengguna anak dan remaja.
Di Indonesia, Roblox Kids ditujukan untuk pengguna usia 5–12 tahun, sedangkan Roblox Select untuk usia 13–15 tahun. Rentang tersebut berbeda dari kategori global Roblox Kids yang mencakup usia 5–9 tahun dan Roblox Select untuk usia 10–15 tahun. Penyesuaian tersebut dilakukan Roblox dengan mempertimbangkan regulasi dan kondisi lokal Indonesia.
Indonesia pun menjadi salah satu pasar penting bagi Roblox dalam penerapan Roblox Kids dan Roblox Select. Perusahaan masih terus menyempurnakan implementasinya, terutama dalam memastikan lebih banyak game dapat diakses pengguna anak dan remaja dengan tetap mengutamakan keamanan.
(Sheva Asyraful Fali)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda