Crimson Desert
Crimson Desert

Review Game

Crimson Desert, Game Ambisius di Benua Pywel

Mohamad Mamduh • 12 April 2026 15:35
Ringkasnya gini..
  • Crimson Desert menawarkan sistem pertarungan yang seru.
  • Selain Kliff, pemain juga dapat membuka karakter tambahan seperti Damiane dan Oongka.
  • Jika mencari game dengan visual memukau dan tidak keberatan dengan narasi yang sedikit klise, benua Pywel siap menyambut dengan ribuan rahasianya.
Jakarta: Crimson Desert, proyek game ambisius dari Pearl Abyss ini akhirnya sudah bisa dimainkan gamer sebagai sebuah game singleplayer. Pendekatannya memang berbeda dengan game mereka sebelumnya, Black Desert Online.
 
Memanfaatkan BlackSpace Engine, Pearl Abyss mencoba membuktikan bahwa mereka juga bisa menghadirkan sebuah game Action-RPG open-world sekelas studio besar lainnya. Mari kita bahas lebih jauh lewat artikel review ini.
 
Crimson Desert, Game Ambisius di Benua Pywel

Crimson Desert membawa kita ke benua Pywel, sebuah dunia abad pertengahan yang indah tapi penuh konflik. Pemain berperan sebagai Kliff Macduff, pemimpin kelompok tentara bayaran Greymanes.
 
Cerita dibuka dengan prolog yang sangat dramatis, dengan kelompok Greymanes dijebak oleh faksi rival, Black Bears, yang dipimpin oleh Myurdin. Dalam penyergapan berdarah tersebut, Kliff kalah dan dianggap tewas. Namun, ia bangkit kembali melalui intervensi entitas supernatural misterius dari dimensi yang dikenal sebagai The Abyss.
 
Crimson Desert, Game Ambisius di Benua Pywel
 
Plot cerita Crimson Desert adalah perjalanan Kliff untuk menyatukan kembali anggota Greymanes yang tercerai-berai dan membalas dendam pada Myurdin. Meskipun premisnya menarik, penulisan cerita sering kali terasa kurang mendalam. Kliff digambarkan sebagai protagonis yang cukup datar dan sulit untuk terhubung secara emosional dengan pemain jika dibandingkan dengan ikon RPG lain.
 
Selain itu, alur cerita utama sering kali terasa terfragmentasi oleh banyaknya aktivitas sampingan dan elemen high-fantasy dari Abyss yang terkadang tidak menyatu secara organik dengan drama politik kemanusiaan di Pywel.
 
Beberapa kali unsur narasi yang seharusnya membuat lebih penasaran, rasanya menjadi biasa saja. Dalam beberapa kasus, terlalu banyak hal yang diperkenalkan, dan dibungkus dengan transisi yang terasa kaku. Rasanya terlalu banyak hal yang diperkenalkan di awal permainan, dari panduan atau skill yang memang pada nantinya akan sangat membantu petualangan. 
 
Crimson Desert, Game Ambisius di Benua Pywel
 
Pearl Abyss mencoba memasukkan hampir semua mekanik yang mungkin ada dalam game petualangan modern. Life Systems mencakup aktivitas seperti menambang, memancing, berburu, hingga memasak di api unggun. Aktivitas ini bukan sekadar pemanis; memasak makanan yang tepat memberikan buff krusial sebelum menghadapi bos yang sulit.
 
Crimson Desert menawarkan sistem pertarungan yang seru. Pearl Abyss berhasil menciptakan sistem tempur yang terasa sangat memuaskan. Alih-alih hanya menekan tombol serangan secara repetitif, pemain didorong untuk bereksperimen dengan kombo yang menggabungkan senjata tajam, sihir Abyss, hingga gerakan gulat profesional seperti dropkick, grappling, dan bodyslam.
 
Sistem Axiom Force yang didapat dari Abyss bertindak seperti kait pengait (grappling hook) ajaib yang tidak hanya berguna untuk eksplorasi vertikal, tetapi juga dapat digunakan dalam pertempuran untuk menarik musuh atau melontarkan diri ke arah gerombolan lawan dengan kecepatan tinggi.
 
Setiap bos dalam game ini, mulai dari ksatria humanoid hingga monster raksasa seperti naga, menuntut strategi yang berbeda. Misalnya, saat menghadapi Kearush the Slayer, pemain disarankan untuk memanjat punggungnya guna memberikan kerusakan pada titik lemah.
 
Crimson Desert, Game Ambisius di Benua Pywel
 
Progresi karakter di sini menghindari skema level tradisional. Sebaliknya, pemain mengumpulkan Abyss Fragments untuk meningkatkan atribut dasar seperti kesehatan dan stamina, serta membuka simpul pada pohon keterampilan yang terbagi dalam spektrum warna Merah (Ofensif), Hijau (Spirit), dan Biru (Pertahanan).
 
Pywel adalah salah satu dunia yang menakjubkan. Berkat BlackSpace Engine, dunia ini hadir tanpa layar pemuatan (no loading screens) yang mengganggu. Pemain dapat menjelajahi berbagai wilayah mulai dari kota mekanik Deleysia hingga puncak gunung salju yang membeku dengan detail visual yang menyaingi mesin grafis papan atas seperti Unreal Engine 5.
 
Crimson Desert, Game Ambisius di Benua Pywel
 
Detail teknis seperti sistem pencahayaan memberikan bayangan dan pantulan yang sangat akurat, sementara sistem cuaca dinamis benar-benar memengaruhi gameplay. Hujan akan membuat permukaan menjadi licin, dan angin kencang akan menggerakkan dedaunan serta rambut karakter secara realistis. 
 
Selain Kliff, pemain juga dapat membuka karakter tambahan seperti Damiane dan Oongka. Meskipun Kliff tetap menjadi fokus utama cerita, karakter-karakter ini dapat dipanggil sebagai pendamping AI untuk membantu dalam pertempuran besar. Menariknya, update Patch 1.03 telah meningkatkan kegunaan karakter pendamping ini dengan memberikan mereka kemampuan setara Kliff, seperti Axiom Force, untuk mobilitas yang lebih baik di dunia terbuka.
 
Crimson Desert, Game Ambisius di Benua Pywel
 
Kesimpulan
Crimson Desert yang menawarkan kebebasan eksplorasi dan kedalaman sistem pertarungan yang luar biasa. Plot ceritanya memang terasa kurang menggigit, ditambah beberapa kontrol yang lumayan rumit. Namun, pihak developer gerak cepat dengan merilis beberapa patch untuk menambal kekurangan ini.
 
Jika kamu mencari game aksi dengan visual memukau dan tidak keberatan dengan narasi yang sedikit klise, benua Pywel siap menyambut dengan ribuan rahasianya. Pearl Abyss telah berhasil keluar dari bayang-bayang genre MMO dan menghadirkan sesuatu yang, meskipun memiliki cacat, tetap terasa monumental dan patut diapresiasi.
 
PLATFORM: PS5, Xbox Series X/S, PC
DEVELOPER: Pearl Abyss
PUBLISHER: Pearl Abyss
TANGGAL RILIS: 19 Maret 2026
GENRE: Action-RPG
 
 
8.8
Crimson Desert
Plus
  • Dunia super imersif
  • Sistem pertarungan berasa feelnya
  • Grafis optimal
Minus
  • Plot cerita kurang dikemas secara baik
  • Kontrol lumayan kompleks

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA