
Melalui Ricochet Anti-Cheat, Activision berupaya membongkar ekosistem tersebut dengan menggabungkan deteksi teknis, perlindungan akun, investigasi, serta tindakan hukum. Pendekatan ini tidak hanya menyasar pemain yang menggunakan cheat, tetapi juga pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan dari distribusi dan pengoperasian layanan tersebut.
Bisnis Cheat Call of Duty Tembus Miliaran Dolar
Industri cheat game telah berkembang menjadi pasar ilegal yang melibatkan banyak pihak. Berdasarkan analisis platform intelijen ancaman Intorqa pada Februari, layanan berlangganan cheat di 15 game diperkirakan menghasilkan pendapatan sekitar USD3,5 miliar setiap tahun. Jika penjualan akun, boosting, spoofing, dan layanan terkait lainnya turut dihitung, nilai keseluruhan industri ini diproyeksikan mencapai sekitar USD8,5 miliar per tahun.Pengembang cheat berada di tingkat teratas dalam rantai bisnis tersebut. Sebagian dari mereka menggunakan reseller dan tim dukungan pelanggan sebagai perantara untuk menjaga jarak dari pembeli. Vendor utama kemudian mendistribusikan produk secara langsung maupun melalui reseller, sementara lapisan penjual berikutnya memasarkannya lewat berbagai toko online dan komunitas.
Menurut tim RICOCHET, banyak produk yang terlihat berbeda di pasaran sebenarnya menggunakan cheat yang sama. Pengembang atau reseller hanya mengganti nama, logo, dan tampilan toko sehingga menciptakan kesan bahwa konsumen memiliki banyak pilihan. Activision menyatakan telah mengganggu lebih dari 375 operasi reseller, mengirimkan lebih dari 80 tuntutan penghentian aktivitas (cease-and-desist), serta membantu menutup 31 vendor cheat utama.
Tindakan hukum ini diarahkan pada sumber pendapatan, jalur pembayaran, dan hubungan bisnis yang menopang industri cheat. Ketika penyedia layanan berhenti beroperasi atau pemain tidak dapat kembali ke dalam pertandingan, gangguan tersebut dapat menjadi dampak dari tekanan yang diberikan kepada jaringan bisnis cheat.
Tiga Pilar yang Menopang Ekosistem Cheater
Ekosistem cheat Call of Duty bertumpu pada tiga kategori yang saling berkaitan, yaitu perangkat lunak cheat, akun, dan teknologi pengelabuan sistem keamanan. Ketiganya membantu pemain tetap menggunakan layanan curang sekaligus memperpanjang keberlangsungan bisnis di baliknya.Cheat dan Manipulasi Gameplay
Cheat merupakan bagian yang paling mudah dikenali oleh pemain. Produk yang ditawarkan meliputi aimbot, wallhack, rage cheat, unlock tool, serta perangkat keras berbasis DMA. Beberapa perangkat eksternal, seperti Cronus, XIM, dan Titan, juga disebut dalam pembahasan ekosistem alat yang digunakan untuk memanipulasi permainan.Layanan cheat biasanya dijual melalui sistem berlangganan mingguan, bulanan, atau paket premium. Penjual kerap mempromosikan produknya sebagai layanan eksklusif, privat, atau hasil pengembangan khusus, meskipun produk yang sama bisa beredar melalui banyak reseller.
RICOCHET Anti-Cheat menggunakan pendekatan berlapis untuk mendeteksi aktivitas tersebut. Sistem teknis memeriksa interaksi software yang tidak diizinkan dengan game, sedangkan sistem perilaku menganalisis pola permainan dalam jangka waktu tertentu untuk mengidentifikasi indikasi bantuan otomatis.
Akun Pengganti dan Perlindungan Pemain
Akun menjadi komponen penting dalam bisnis cheat karena pemain yang terkena sanksi akan membutuhkan akun baru untuk kembali bermain. Kondisi ini mendorong munculnya pasar akun curian, akun lama, akun yang sudah siap digunakan dalam Ranked Play, serta layanan boosting.Masalah keamanan akun juga terjadi di luar aktivitas cheating. Penelitian terhadap 10.000 gamer di seluruh dunia yang dikutip oleh Consumer Financial Protection Bureau menyebutkan bahwa satu dari tiga responden mengaku akun gaming mereka pernah diretas dalam dua tahun sebelumnya.
Untuk mengurangi risiko pengambilalihan akun dan penggunaan akun pengganti, RICOCHET menerapkan persyaratan keamanan, termasuk autentikasi dua faktor. Perlindungan berbasis perangkat keras, seperti TPM 2.0, Secure Boot, dan Remote Attestation, juga digunakan untuk memeriksa integritas sistem PC sebelum pemain masuk ke pertandingan.
Peningkatan keamanan akun dan perangkat dapat membuat akun ilegal lebih sulit digunakan kembali. Di sisi lain, pemain yang berusaha menghindari penegakan aturan berpotensi harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan akses baru.
Teknologi Pengelabuan Sistem (Evasion)
Pilar terakhir berkaitan dengan layanan yang membantu cheater menghindari deteksi dan kembali bermain setelah mendapatkan sanksi. Penjual menawarkan spoofer serta berbagai alat pengelabuan untuk membantu pengguna melewati sistem keamanan dan pembatasan berbasis perangkat keras.Seiring dengan perkembangan sistem anti-cheat, penyedia layanan tersebut terus mencari cara untuk melewati mekanisme perlindungan. RICOCHET meresponsnya melalui pembaruan deteksi teknis dan perilaku, serta persyaratan keamanan seperti Microsoft Azure Attestation.
Activision juga menyatakan telah mengeluarkan lebih dari 70.000 sanksi larangan berbasis perangkat keras pada bulan sebelumnya sebagai bagian dari upaya berkelanjutan melawan kecurangan. Ketika salah satu bagian dari ekosistem mendapat tekanan, dampaknya dapat menyebar ke penyedia cheat, penjual akun, dan layanan pengelabuan yang saling bergantung.
Banyak Cheat Berbeda Ternyata Produk yang Sama
Salah satu persoalan dalam pasar cheat adalah kemunculan banyak merek yang sebenarnya menawarkan produk serupa. Reseller dapat membeli, memodifikasi, menggunakan kembali, atau mengambil kode sumber cheat untuk kemudian memasarkannya dengan identitas baru.Strategi tersebut memungkinkan cheat yang sudah terdeteksi tetap beredar melalui merek berbeda. Konsumen juga bisa kesulitan mengetahui apakah layanan yang mereka beli benar-benar berbeda atau hanya versi baru dari produk yang sama.
Model bisnis ini turut membuka peluang terjadinya penipuan. Beberapa vendor menghilang setelah menerima pembayaran pelanggan, sementara lainnya berhenti beroperasi ketika menghadapi peningkatan deteksi atau tindakan hukum. Ada pula pihak yang kembali menggunakan nama baru setelah menutup layanan sebelumnya.
Menurut RICOCHET, gangguan terhadap ekosistem cheat perlu menyasar reseller sekaligus vendor utama agar jaringan distribusi tidak mudah beradaptasi hanya dengan mengganti identitas produk.
Data Pengguna dan Biaya Besar di Balik Cheat
Risiko menggunakan cheat tidak hanya berkaitan dengan akun game yang terkena sanksi. Sejumlah komunitas cheat mewajibkan pengguna melakukan verifikasi sebelum mengakses forum privat atau mengunduh produk. Proses tersebut dapat melibatkan informasi seperti alamat IP, akun Discord yang terhubung, data perangkat keras, alamat email, hingga informasi pembayaran.Beberapa vendor bahkan meminta dokumen identitas berupa foto sebagai bagian dari proses pendaftaran. Selain itu, pengembang cheat juga diketahui menyisipkan malware ke dalam produk yang mereka distribusikan, sehingga pengguna dapat menghadapi risiko terhadap keamanan perangkat dan data pribadi.
Dari sisi biaya, layanan cheat berlangganan bisa dibanderol sekitar 40 dolar AS per bulan, sementara paket dengan harga lebih tinggi dapat mencapai lebih dari 100 dolar AS. Jika ditambah biaya spoofer, akun pengganti, dan perangkat keras berbasis DMA, pengeluaran pengguna dapat meningkat secara signifikan.
Dalam setahun, seorang cheater berpotensi menghabiskan ratusan hingga ribuan dolar AS untuk mempertahankan akses ke berbagai layanan tersebut. Richochet Anti-Cheat berupaya meningkatkan hambatan teknis dan finansial melalui penegakan aturan, sehingga penggunaan cheat menjadi semakin sulit dipertahankan.
(Zalsabila Natasya)