E3 2018

Assassin’s Creed Odyssey Siap Bawa Kisah Sparta vs Athena

Mohammad Mamduh 12 Juni 2018 16:55 WIB
gamesubisoftE3 2018
Assassin’s Creed Odyssey Siap Bawa Kisah Sparta vs Athena
Assassin's Creed Odyssey meluncur 5 Oktober
Jakarta: Ubisoft memenuhi janjinya dalam memperlihatkan lebih banyak informasi mengenai Assassin’s Creed Odyssey dalam E3 2018.

Sesuai yang diberitakan sebelumnya, game ini akan membawa pemain ke tanah Yunani. Lebih spesifik, game ini mengambil latar waktu sekitar tahun 431 sebelum Masehi, saat perang antara bangsa Sparta dan Athena, yang lebih dikenal sebagai Perang Peloponnesian.

Assassin’s Creed Odyssey membawa sejumlah perubahan cara bermain. Salah satu yang menonjol adalah pilihan dua karakter. Ya, pemain sekarang bisa bertualang dengan dua pilihan gender, yaitu Alexios sebagai laki-laki, atau Kassandra sebagai perempuan.


Keduanya punya latar belakang yang sama, yaitu sebagai tantara bayaran yang melihat peperangan ini dari sisi yang berbeda. Namun, sebagai tantara bayaran tentunya mereka akan mengikuti siapa yang memberikan bayaran lebih besar.

Seperti biasa, Assassin’s Creed Odyssey akan menghadirkan beberapa tokoh terkenal, dan pada saat itu memang cukup banyak tokoh filsuf yang hidup. Ubisoft tampaknya masih menyediakan gaya bertarung yang sama seperti Origins. Pembaruan terlihat dari penggunaan skill yang sekarang lebih mirip dengan kemampuan spesial.

Hal berikutnya yang menarik adalah, dalam cuplikan ini tidak terlihat senjata pamungkas Assassin, yaitu hidden blade. Ada satu senjata cukup kuat bernama Tombak Leonidas, yang punya kekuatan lebih hebar dari hidden blade.

Dalam presentasinya, pihak Ubisoft menyebutkan bahwa Assassin’s Creed Odyssey akan lebih mengutamakan unsur RPG, serta menyediakan jalan cerita yang bergantung pada cara pemain dalam menyelesaikan misi.

Keputusan tersebut akan berdampak kecil setelah beberapa peristiwa, tetapi akan punya dampak besar ketika permainan sudah cukup jauh.

Assassin’s Creed Odyssey akan tersedia 5 Oktober 2018 untuk PC, Xbox One, dan PS4.





(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.