Ilustrasi. (iStock/DaniloAndjus)
Ilustrasi. (iStock/DaniloAndjus)

Komentar Developer Soal Adiksi Game

Teknologi games
Cahyandaru Kuncorojati • 20 Mei 2019 15:36
Jakarta: Anggapan bahwa kecanduan game sebagai penyakit kejiwaan masih menjadi bahan diskusi setelah sempat masuk dalam rancangan jurnal klasifikasi penyakit yang akan dirilis World Health Organization (WHO) pertengahan tahun lalu.
 
Hal tersebut langsung ramai diperdebatkan dan mendapatkan protes keras dari pelaku industri game. Organisasi bernama Entertainment Software Association (ESA) yang berisi publisher dan developer game langsung meminta WHO untuk melakukan kajian mendalam.
 
Dikutip dari Eurogamer, WHO minggu depan akan melakukan pengambilan suara untuk menentukan apakah kecanduan game termasuk dalam penyakit kejiwaan atau bukan dalam acara World Health Assembly di Jenewa, Swiss.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diketahui bahwa WHO memiliki tiga poin panduan menilai adiksi game sebagai penyakit kejiwaan. Pertama, tidak mampu mengontrol keinginan untuk bermain game, memprioritaskan bermain daripada kegiatan sehari-hari, dan mengabaikan dampak negatif yang mulai diterima dari adiksi game.
 
Panduan tersebut menghasilkan temuan bahwa adiksi game hanya ditemukan pada sebagian kecil gamer. Dipertegas bahwa mereka yang terpapar kecanduan game akan memiliki masalah pribadi, keluarga, kehidupan sosial, pendidikan dan lain-lain dengan periode paling sebentar adalah 12 bulan.
 
Pada pengambilan suara nanti, pihak WHO juga akan membahas soal metode dan fasilitas pengobatan terhadap adiksi game yang dianggap mengarah ke penyakit kejiwaan.
 
Pihak ESA dilaporkan sudah menjalin diskusi dengan WHO untuk membahas hal tersebut. Mereka menginginkan lebih banyak diskusi dan edukasi mengenai kecanduan game sebelum menentukan hal tersebut sebagai penyakit kejiwaan.
 
"Bahkan ahli kesehatan kejiwaan sudah memperingatkan bahwa kesalahan dalam klasifikasi adiksi gaming bisa berisiko menciptakan kesalahan diagnosa pada pasien yang mengalami masalah kejiwaan," kata President ESA, Stanley Pierre Louis.
 
"Makanya kami berharap ada diskusi yang berkelanjutan untuk membantu WHO menghindari langkah yang salah dan terburu-buru yang di masa depan membutuhkan waktu tahunan untuk memperbaikinya," tutur Louis.
 
Pernyataan WHO bahwa adiksi game termasuk penyakit kejiwaan memang sangat dicemaskan oleh pelaku industri game. Hal ini dianggap bisa memicu pandangan negatif terhadap game terutama dari kalangan orang tua.
 
Bulan lalu, protes cukup keras datang dari Korea Selatan yang merupakan salah satu negara dengan industri game besar termasuk di area esports. Protes juga didukung oleh pemerintah negara tersebut.
 
Koera Selatan cemas bahwa penilaian WHO akan meruntuhkan pasar industri game negara tersebut yang akan menyentuh KRW11 triliun atau senilai USD9,45 miliar (Rp134,6 triliun) dalam tiga tahun ke depan.
 
"Penyataan WHO seperti membuat game adalah sesuatu yang jahat. Hal ini bisa berakibat pandangan negatif dari publik terhadap game. Dampak ke depannya bisa membahayakan industri game," ungkap perwakilan Korea Creative Content Agency, Seo Hyun-il.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif