David Rosen.
David Rosen.

David Rosen, Co-Founder Sega, Tutup Usia di 95 Tahun

Cahyandaru Kuncorojati • 06 Januari 2026 15:39
Jakarta: Dunia industri game kehilangan salah satu tokoh perintisnya. David Rosen, co-founder Sega dan figur kunci dalam perkembangan awal bisnis arcade, meninggal dunia pada usia 95 tahun.
 
Rosen wafat pada 25 Desember 2025 di Los Angeles. Kabar kepergiannya dikonfirmasi pada awal Januari 2026. Media industri arcade RePlay Magazine melaporkan bahwa Rosen meninggal dengan tenang, dikelilingi oleh keluarganya. Prosesi pemakaman digelar pada 2 Januari 2026 di Inglewood Park Cemetery.
 
Nama David Rosen lekat dengan fase awal pertumbuhan Sega, terutama ketika industri arcade di Jepang masih berada dalam tahap eksperimental. Keputusan dan langkah bisnis yang ia ambil sejak era pasca-Perang Dunia II ikut membentuk fondasi industri video game modern.
 

Dari Angkatan Udara AS ke Bisnis Arcade Jepang

Lahir di New York, Rosen sempat bertugas di Angkatan Udara Amerika Serikat dan ditempatkan di Jepang. 

Pengalaman tersebut menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Setelah masa dinas berakhir pada 1952, Rosen memilih menetap di Jepang dan melihat peluang di sektor hiburan komersial yang tengah berkembang di negara tersebut.
 
Pada dekade 1950-an, ia mendirikan Rosen Enterprises, yang awalnya bergerak di bidang penjualan seni Jepang ke pasar Amerika Serikat serta bisnis photo booth bernama Photorama. 
 
Namun pada 1957, fokus perusahaan bergeser ke impor dan pengoperasian mesin hiburan berbasis koin, yang kemudian berkembang pesat di Jepang.
 
Tonggak penting terjadi pada 1965, ketika Rosen Enterprises bergabung dengan Service Games (Nihon Goraku Bussan). Dari penggabungan tersebut lahirlah Sega Enterprises, dengan nama “Sega” berasal dari singkatan Service Games Japan.
 
“Kami memutuskan bergabung, dan dalam menentukan nama perusahaan, Sega adalah nama yang paling dikenal,” kenang Rosen. “Perusahaan baru kami menjadi Sega Enterprises Ltd, dan saya menjabat sebagai CEO dan Presiden setelah merger,” ucapnya di sebuah wawancara.
 
Di bawah kepemimpinannya, Sega meluncurkan sejumlah mesin arcade awal, termasuk Periscope pada 1966. Mesin ini dikenal dengan ukuran besar dan pengalaman bermain yang imersif, serta kerap disebut sebagai salah satu judul yang membantu mempopulerkan arcade secara global.
 
Periscope memang belum tergolong video game digital, tetapi pendekatannya terhadap teknologi, efek suara, dan presentasi visual dianggap inovatif pada masanya. “Kami melakukan banyak hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya, seperti menambahkan suara dan efek khusus,” kata Rosen dalam wawancara terpisah dengan situs Wired.
 

Membawa Sega ke Panggung Global

Seiring pertumbuhan Sega, Rosen menjadi wajah perusahaan pada era 1960-an hingga 1970-an. Ia turut mengawal ekspansi Sega ke luar Jepang, termasuk pembentukan Sega of America, serta membantu perusahaan melewati berbagai perubahan kepemilikan tanpa kehilangan arah kreatifnya.
 
Pada 1984, Rosen bersama Hayao Nakayama memimpin pembelian kembali aset Sega di Jepang dari konglomerat Gulf+Western. Nakayama memimpin Sega Jepang, sementara Rosen mendirikan Sega of America di Los Angeles dan menjabat sebagai chairman.
 
Dalam periode ini, Sega mencatat kesuksesan besar lewat peluncuran Genesis/Mega Drive di Amerika Serikat.
 
Rosen tetap menjabat sebagai direktur Sega Jepang hingga mengundurkan diri pada 1996, menutup perjalanan panjangnya bersama perusahaan yang ikut ia bangun dari nol.
 
Selain perannya di Sega, Rosen juga berkontribusi bagi industri secara luas sebagai ketua pertama Japan Amusement Association, membantu membentuk standar dan praktik di tengah pesatnya pertumbuhan arcade di Jepang.
 
David Rosen meninggalkan warisan yang melampaui satu perusahaan. Pengaruhnya masih terasa dalam budaya arcade, konsol rumahan, hingga industri game global yang berkembang pesat saat ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan