Pemerintah mengatakan bahwa larangan tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran bahwa permainan tersebut memungkinkan komunikasi langsung antar pengguna dengan cara yang membuat anak-anak dan remaja rentan terhadap upaya eksploitasi atau pemerasan siber. Selain itu kontennya dalam game tersebut dinilai "tidak sesuai dengan nilai-nilai dan tradisi sosial."
Ini sebagaiman studi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi Irak. Dilansir dari Arab News, hasil studi menumukan bahwa pada game Roblox terdapat beberapa risiko keamanan, sosial, dan perilaku.
Roblox Corp. mengatakan bahwa keselamatan adalah prioritas utama mereka dan ingin bekerja sama dengan pemerintah untuk memulihkan akses.
"Kami sangat menentang klaim terbaru yang dibuat oleh otoritas Irak, yang kami yakini didasarkan pada pemahaman yang sudah ketinggalan zaman tentang platform kami," kata juru bicara Roblox.
Langkah Pemerintah ini menambah daftar negara Timur Tengah yang memblokir akses ke Roblox. Sebelumnya Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi dan Yordania sudah terlebih dahulu memblokir game tersebut.
Sedangkan di negara lain yang juga melarang game Roblox, yaitu Turki, Korea Selatan dan juga Tiongkok. Alasan negara-negara tersebut melakukan pemblokiran tidak jauh berbeda, yakni perlindungan anak dari konten tidak pantas serta fitur chat dan interaksi dalam game dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
| ​Baca juga: Populer di Indonesia, Game Roblox Diblokir di Turkiye Akibat Bahayakan Anak-Anak |
Dikutip dari laporan situs Bloomberg, Roblox disebut memiliki pemain berusia di bawah 13 tahun yang jumlahnya mencapai sekitar puluhan juta. Fitur interaksi dalam bentuk percakapan bebas di dalam Roblox disebut sebagai fitur yang berbahaya.
Meskipun Roblox memiliki fitur yang memastikan setiap pemain hanya bisa berinteraksi dengan pemain yang terdaftar dengan usia yang sama, faktanya siapapun bisa mendaftar dengan memilih usia berapapun tanpa verifikasi ketat.
Tidak heran jika banyak kasus predator anak dan grooming terjadi pada anak-anak yang merupakan gamer Roblox. Sejumlah orang tua yang melaporkan kasus tersebut menemukan bahwa pelaku merayu anak-anak tersebut dengan percakapan dewasa yang tidak disadari oleh korban.
Tidak hanya itu, menurut situs Bloomberg banyak terjadi kasus abduction atau penculikan yang diakibatkan anak-anak atau korban berhasil dijebak oleh pelaku predator anak. Kepolisian di Amerika Serikat dilaporkan menangkap puluhan pelaku predator anak sejak tahun 2018 yang korbannya merupakan pemain game Roblox.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News