Developer Game Sukses Bakal Lebih Untung di Steam

Ellavie Ichlasa Amalia 03 Desember 2018 08:33 WIB
gamessteam
Developer Game Sukses Bakal Lebih Untung di Steam
Steam berikan bagian lebih besar pada developer game ternama.
Jakarta: Valve ingin membuat Steam menjadi lebih menarik untuk para developer besar. Untuk itu, mereka bersedia memberikan persentase yang lebih besar dari total pendapatan game pada para developer.

Valve baru saja mengubah Distribution Agreement pada Steam, sehingga para developer sukses akan mendapatkan bagian yang lebih besar dari hasil penjualan game, add-on, dan pembelian dalam game.

Developer yang memiliki game yang telah mendapatkan lebih dari USD10 juta di Steam sejak 1 Oktober 2018 akan mendapatkan 75 persen dari total pendapatan game. Sebelum ini, mereka hanya mendapatkan 70 persen.


Sementara developer yang gamenya berhasil mendapatkan setidaknya USD50 juta, mereka akan mendapatkan 80 persen dari total pendapatan. Dengan begitu, developer yang membuat game AAA dan sukses akan bisa mendapatkan uang lebih banyak, lapor Engadget.

Valve telah melonggarkan kendali mereka terkait data penjualan. Para kreator kini memiliki izin untuk mengumumkan informasi penjualan mereka, baik jika informasi ini diberikan pada pihak internal perusahaan atau pada masyarakat umum.

Ini akan membantu masyarakat dan pihak internal perusahaan untuk tahu apakah sebuah game sukses atau tidak.

Dalam peraturan baru ini, perusahaan juga bisa memberikan informasi di bawah GDPR (General Data Protection Regulation/Regulasi Perlindungan Data Umum) dan meminta game VR untuk memberikan jaminan keselamatan.

Para studio harus memastikan bahwa game VR tidak melukai fisik pemain dan mereka tidak akan menonaktifkan fitur keamanan Steam VR seperti Chaperone, yang akan membuat Anda tetap sadar akan batasan di lingkungan sekitar Anda.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.