Di satu sisi, visi adaptasi semesta fiksi ilmiah mahakarya Frank Herbert dihadirkan dengan visual yang spektakuler. Di sisi lain, tuntutan teknis dan kebutuhan konektivitas daring yang ketat kerap menjadi tembok penghalang bagi sebagian pemain.
Peluncuran versi konsol pada 22 September 2026 yang didahului fase Head Start pada 17 September 2026 bagi pemilik edisi Deluxe dan Ultimate, menandai babak baru bagi ekosistem game ini. Pertanyaan terbesarnya adalah bagaimana performa pada versi konsolnya untuk bertahan hidup di ganasnya planet Arrakis? Melalui ulasan ini, kami menguji bagaimana optimalisasi teknis, integrasi kontroler DualSense, hingga mode single-player baru berpadu menyajikan pengalaman bermain yang definitif di konsol.

Salah satu keputusan paling berani dalam merancang Dune: Awakening adalah menempatkan alur ceritanya di dalam sebuah garis waktu alternatif. Titik tolak ini berakar pada keputusan Lady Jessica yang memilih mematuhi titah persaudaraan Bene Gesserit. Alih-alih melahirkan seorang putra seperti dalam novel kanonika karya Frank Herbert, Jessica melahirkan seorang putri bernama Ariste Atreides.
Dampak dari keputusan tunggal ini mengubah total peta geopolitik galaksi. Paul Atreides tidak pernah lahir, membatalkan takdir kehadiran sang figur mesias Muad'Dib. Pengawasan ketat Bene Gesserit juga berhasil menggagalkan pengkhianatan Suk Doctor Wellington Yueh, sehingga Duke Leto Atreides selamat dari serbuan mendadak House Harkonnen di kota Arrakeen. Sebagai gantinya, Padishah Emperor mengizinkan terjadinya War of Assassin" yang berkepanjangan di permukaan Arrakis. Atreides dan Harkonnen terjebak dalam perang atrisi demi mengamankan pasokan rempah.
Pemain masuk ke dunia ini sebagai seorang tahanan Kekaisaran yang kapalnya jatuh terdampar di padang pasir. Bersamaan dengan misteri hilangnya populasi asli suku Fremen, kita dituntut merintis nasib sendiri di tengah intrik politik faksi. Versi konsol ini langsung menyertakan konklusi cerita Book One, menghadirkan kampanye naratif berdurasi puluhan jam yang memberikan penutup memuaskan bagi chapter pertama saga ini tanpa membebani pemain dengan status keharusan membaca novel aslinya terlebih dahulu.

Daya tarik utama Dune: Awakening terletak pada mekanik bertahan hidup yang mengikat. Arrakis adalah sebuah dunia yang penuh ancaman sistemik. Regulasi air adalah pilar kehidupan. Terik matahari yang membakar akan menguras hidrasi karakter dengan cepat, mendorong ancaman serangan sengatan panas.
Untuk bertahan, pemain harus terus memantau efisiensi Stillsuit, berlindung di bawah bayangan tebing batu saat siang hari, mengumpulkan kelembapan malam dengan perangkap embun, atau terpaksa mengambil keputusan ekstrem dengan menyuling cairan tubuh musuh yang tewas.

Bahaya melangkah di atas padang pasir terbuka dikelola dengan apik. Melangkah secara sembarangan di atas pasir terbuka akan memicu gelombang seismik yang memancing kedatangan cacing pasir pembunuh. Pemain dituntut mempelajari cara melangkah tanpa bunyi, melompat dari satu pulau batu ke batu lainnya, atau memanfaatkan thumper untuk mengalihkan perhatian monster bawah tanah tersebut.
Alat transportasi menghadirkan kepuasan progres yang masif. Perjalanan awal yang lambat dan mencekam berangsur menjadi lebih leluasa saat kita berhasil merakit Sandbike, berlanjut ke kendaraan lapis baja Buggy untuk ekstraksi rempah skala besar, hingga puncaknya saat mampu menerbangkan Ornithopter. Terbang melintasi gurun dalam kecepatan tinggi dengan kontrol analog PS5 terasa sangat mulus, melompati teror tanah datar dan membuka akses ke wilayah gurun terdalam yang mematikan.

Hadirnya mode single-player penuh Dune: Awakening untuk versi konsol ini bisa dimainkan secara offline. Dalam mode solo, kesunyian dan keterasingan Arrakis justru terpancar secara maksimal. Hilangnya ribuan bangunan pemain lain yang biasanya memenuhi server publik mengembalikan esensi Arrakis sebagai gurun tandus yang sunyi, misterius, dan intimidatif.
Menariknya, sistem politik global tetap ada.
Mekanisme perebutan pengaruh di Dewan Landsraad, yang pada server multiplayer diperebutkan antarguild pemain Atreides dan Harkonnen, kini disimulasikan secara algoritmik oleh kecerdasan buatan. Simulasi ini terus menghasilkan dinamika pemilihan undang-undang, pajak dagang CHOAM, dan pergeseran teritorial secara berkala.

Selain itu, pemain solo diberikan kebebasan penuh melalui slider kustomisasi. Jika kamu merasa proses pengumpulan bahan terlalu memakan waktu, harvest rate dan perolehan XP dapat ditingkatkan secara fleksibel. Bahkan, bagi pemain yang murni ingin menikmati eksplorasi narasi tanpa stres, tersedia opsi untuk meringankan penalti kematian atau menonaktifkan agresi cacing pasir sepenuhnya.
Mengingat Dune: Awakening dibangun di atas lingkungan padang pasir terbuka yang sangat dinamis dengan simulasi partikel badai pasir yang kompleks, beban komputasi grafisnya sangat menuntut. Pada konsol PS5 Pro, ada dua opsi profil grafis pada konsol: Performance Mode dan Quality Mode. Perbedaan paling krusial antara kedua varian konsol Sony terletak pada eksekusi Performance Mode. Selama puluhan jam penjelajahan, tidak ditemukan penurunan framerate yang signifikan, stutter, maupun crash, bahkan saat badai pasir mendadak menghantam markas atau ketika terjadi kontak senjata berat.
Dukungan terhadap fitur kontroler DualSense pada PS5 Pro patut diacungi jempol. Pengembang tidak memperlakukan fitur getar sekadar sebagai pemanis. Mereka mengolahnya menjadi instrumen navigasi lingkungan yang nyata.

Haptic feedback secara presisi mentransmisikan getaran geologis. Ketika seekor Shai-Hulud (cacing pasir raksasa) mendekat di bawah permukaan gurun, getaran ritmis berfrekuensi rendah merambat perlahan dari bagian bawah kontroler, memberi sinyal tanda bahaya sebelum pasir di hadapan merekah. Perbedaan kontur pijakan antara bebatuan keras dan lautan pasir yang amblas juga direspons dengan modulasi getaran yang kontras.
Sementara itu, adaptive trigger memberikan resistansi mekanis dinamis. Saat menggunakan menggunakan alat penambang pemotong batuan, tarikan pelatuk L2/R2 akan terasa semakin berat seiring memanasnya suhu alat.

Penggunaan senjata balistik konvensional menghadirkan hentakan mekanis yang tegas, sementara aktivasi perisai pelindung Holtzman memicu resistansi balik berkelanjutan ketika diserang secara bertubi-tubi. Speaker internal kontroler turut dimanfaatkan untuk memancarkan peringatan audio jarak dekat, seperti bunyi desis daur ulang keringat Stillsuit atau alarm kegagalan baterai pelindung.
Sayangnya, antarmuka manipulasi grid bangunan terasa sangat dirancang untuk periferal mouse and keyboard. Menempatkan modul dinding berputar, menyambungkan kabel daya baterai, atau merapikan sudut ruangan menggunakan stik analog DualSense kerap terasa canggung dan kurang presisi, memaksa pemain berulang kali memperbaiki posisi modular yang meleset.
| PLATFORM: | PS5, Xbox Seris X/S, PC |
| DEVELOPER: | Funcom |
| PUBLISHER: | Funcom |
| TANGGAL RILIS: | 22 September 2026 (Konsol) |
| GENRE: | Survival |
Kesimpulan
Dune: Awakening di PlayStation 5 Pro membuktikan dirinya adalah rilisan konsol yang matang, dipoles, dan dipikirkan secara mendalam. Keberadaan mode single-player dengan kebebasan kustomisasi skala dunia adalah kartu truf yang mengubah game ini dari kompetisi MMO yang melelahkan menjadi salah satu petualangan bertahan hidup fiksi ilmiah paling berbobot dan atmosferik dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi kamu pemilik PS5 Pro yang mendambakan petualangan menaklukkan ganasnya pasir Arrakis, inilah saat yang paling tepat untuk bangun dan menentukan takdir kita sendiri.
9.2
Dune: Awakening
Plus
- Model singleplayer sangat sesuai
- Mekanik tetap intuitif
- Banyak fitur crafting dan research
- Visual memukau
Minus
- Antarmuka saat membangun markas