Keduanya dirancang untuk kebutuhan berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu membuat pengalaman bermain game di smartphone terasa lebih dekat dengan perangkat gaming khusus.
GT NX Controller berfokus pada kontrol, khususnya untuk game first-person shooter (FPS), sementara GT NX Station membawa pendekatan lebih komprehensif lewat fungsi expansion dock sekaligus sistem pendingin.
Infinix GT NX Controller Kejar Presisi ala Mouse
Daya tarik utama Infinix GT NX Controller terletak pada touchpad yang disebut menggunakan teknologi Pixel-Level FPS Precision Touchpad.
Infinix mengklaim fitur tersebut menjadi yang pertama di dunia pada controller gaming mobile dan dirancang untuk menghasilkan akurasi seperti mouse ketika memainkan game FPS di smartphone.
Konsepnya cukup masuk akal untuk game kompetitif. Kontrol touchscreen memang menawarkan fleksibilitas, tetapi presisi gerakan menjadi tantangan tersendiri ketika pemain harus melakukan bidikan cepat.
Touchpad pada GT NX Controller dirancang untuk menghadirkan kontrol yang lebih detail tanpa sepenuhnya meninggalkan pendekatan input khas layar sentuh.
Controller ini juga memakai arsitektur low-latency tiga chip dengan teknologi Direct Connect untuk menjaga respons input.
Dua chip ditempatkan di bagian grip kiri dan satu lainnya berada di grip kanan. Konfigurasi tersebut diklaim membantu setiap perintah tetap responsif dan konsisten selama bermain.
Untuk sesi panjang, Infinix membekali controller dengan baterai hingga 22 jam. Pengguna juga dapat mengatur intensitas haptic feedback melalui tiga tingkat di XArena, dengan sensasi yang diklaim mendekati controller konsol genggam.
Desainnya dibuat ergonomis dengan permukaan anti-slip. GT NX Controller mendukung beberapa skenario penggunaan, mulai dari dipasang langsung pada smartphone, ditempatkan pada meja, hingga digunakan dalam mode bermain satu tangan.
Infinix mengklaim fitur tersebut menjadi yang pertama di dunia pada controller gaming mobile dan dirancang untuk menghasilkan akurasi seperti mouse ketika memainkan game FPS di smartphone.
Konsepnya cukup masuk akal untuk game kompetitif. Kontrol touchscreen memang menawarkan fleksibilitas, tetapi presisi gerakan menjadi tantangan tersendiri ketika pemain harus melakukan bidikan cepat.
Touchpad pada GT NX Controller dirancang untuk menghadirkan kontrol yang lebih detail tanpa sepenuhnya meninggalkan pendekatan input khas layar sentuh.
Controller ini juga memakai arsitektur low-latency tiga chip dengan teknologi Direct Connect untuk menjaga respons input.
Dua chip ditempatkan di bagian grip kiri dan satu lainnya berada di grip kanan. Konfigurasi tersebut diklaim membantu setiap perintah tetap responsif dan konsisten selama bermain.
Untuk sesi panjang, Infinix membekali controller dengan baterai hingga 22 jam. Pengguna juga dapat mengatur intensitas haptic feedback melalui tiga tingkat di XArena, dengan sensasi yang diklaim mendekati controller konsol genggam.
Desainnya dibuat ergonomis dengan permukaan anti-slip. GT NX Controller mendukung beberapa skenario penggunaan, mulai dari dipasang langsung pada smartphone, ditempatkan pada meja, hingga digunakan dalam mode bermain satu tangan.
Infinix GT NX Station Bukan Sekadar Hub USB
Infinix GT NX Station
Sementara controller menangani sisi input, Infinix GT NX Station mengambil peran sebagai pusat konektivitas sekaligus pendinginan. Perangkat ini merupakan expansion dock 9-in-1 dengan sistem pendingin berbasis TEC.
Pendinginan tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi risiko thermal throttling saat smartphone digunakan dalam sesi gaming dengan beban berat. Ketika suhu perangkat meningkat terlalu tinggi, performa dapat terdampak.
Kehadiran sistem pendingin pada dock membuat GT NX Station tidak hanya berfungsi sebagai aksesori konektivitas.
Dock ini mendukung mode Universal Extend atau Mirror pada layar yang kompatibel. Dengan begitu, smartphone dapat dihubungkan ke layar eksternal untuk kebutuhan bermain dengan tampilan lebih besar.
Pendinginan tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi risiko thermal throttling saat smartphone digunakan dalam sesi gaming dengan beban berat. Ketika suhu perangkat meningkat terlalu tinggi, performa dapat terdampak.
Kehadiran sistem pendingin pada dock membuat GT NX Station tidak hanya berfungsi sebagai aksesori konektivitas.
Dock ini mendukung mode Universal Extend atau Mirror pada layar yang kompatibel. Dengan begitu, smartphone dapat dihubungkan ke layar eksternal untuk kebutuhan bermain dengan tampilan lebih besar.
Port Lengkap untuk Setup Gaming Mobile
Infinix melengkapi GT NX Station dengan konfigurasi konektivitas yang cukup lengkap. Tersedia HDMI, RJ45 Ethernet, dua USB-A, dua USB-C, USB-C host cable, slot microSD, serta jack audio 3,5mm.
Salah satu port USB-C juga mendukung PD input, sehingga dock dapat menangani kebutuhan pengisian daya dalam setup yang lebih kompleks. Kehadiran Ethernet RJ45 juga menarik untuk skenario gaming karena koneksi kabel dapat digunakan ketika pengguna membutuhkan konektivitas jaringan langsung.
Untuk melengkapi tampilan, GT NX Station dibekali Dynamic RGB lighting. Elemen ini memang lebih bersifat estetis, tetapi sejalan dengan identitas lini gaming Infinix GT.
Salah satu port USB-C juga mendukung PD input, sehingga dock dapat menangani kebutuhan pengisian daya dalam setup yang lebih kompleks. Kehadiran Ethernet RJ45 juga menarik untuk skenario gaming karena koneksi kabel dapat digunakan ketika pengguna membutuhkan konektivitas jaringan langsung.
Untuk melengkapi tampilan, GT NX Station dibekali Dynamic RGB lighting. Elemen ini memang lebih bersifat estetis, tetapi sejalan dengan identitas lini gaming Infinix GT.