Predator Atlas 7 diperkenalkan bersama Project DualPlay Mini, perangkat konsep yang mencoba menggabungkan fungsi handheld gaming dan komputer produktivitas. Keduanya dipamerkan Acer dalam konferensi pers global next@acer di Berlin, Jerman.
Apa Spesifikasi Acer Predator Atlas 7?
.jpg)
Predator Atlas 7 menggunakan layar sentuh IPS-level 7 inci beresolusi Full HD 1.920 x 1.080 piksel dengan refresh rate hingga 120Hz. Layarnya mendukung Variable Refresh Rate (VRR), kecerahan maksimal 500 nits, serta cakupan warna 100 persen sRGB.
Panel tersebut dilindungi Corning Gorilla Glass Victus dengan lapisan DXC untuk membantu mengurangi pantulan. Acer juga menyertakan tempered glass screen protector dalam paket penjualan.
Di sektor performa, Predator Atlas 7 menggunakan keluarga prosesor Intel Arc G3, dengan opsi hingga Intel Arc G3 Extreme, sementara grafisnya tersedia hingga Intel Arc B390 pada konfigurasi tertentu. Kapasitas RAM mencapai 24GB LPDDR5x-7467 dan penyimpanan maksimal 1TB melalui SSD PCIe Gen4 NVMe M.2.
Acer juga menyediakan dua pilihan joystick, yakni model analog berbasis Carbon Film dan TMR joystick. Untuk kontrol tambahan, tersedia trigger analog berbasis Hall effect, sedangkan sensor sidik jari pada tombol daya mendukung login menggunakan Windows Hello.
Sistem Pendingin Jadi Salah Satu Andalan
Menjaga performa handheld gaming tetap stabil tentu tidak mudah, terutama ketika perangkat menjalankan game dengan beban tinggi. Karena itu, Acer membekali Predator Atlas 7 dengan sistem pendingin dua kipas.Salah satunya memakai kipas logam Predator AeroBlade dengan 89 bilah yang masing-masing memiliki ketebalan 0,1mm. Acer menyebut desain tersebut mampu meningkatkan aliran udara hingga lebih dari 10 persen dibandingkan kipas plastik berdasarkan pengujian internal perusahaan. Kipas kedua menggunakan material plastik dan bekerja secara bersamaan.
Sistem ini dipadukan dengan teknologi Vortex Flow, yang menggunakan saluran udara internal bersudut untuk membantu membuang panas dari dalam sasis ketika beban kerja meningkat.
Baterai 80 Wh dan Konektivitas Lengkap
Untuk menunjang sesi bermain saat bepergian, Predator Atlas 7 membawa baterai hingga 80Wh. Bobot perangkat tercatat di bawah 750 gram untuk konfigurasi dengan baterai 80Wh, atau di bawah 700 gram pada varian 60Wh.Handheld ini juga menyediakan dua port Thunderbolt 4, pembaca microSD UHS-II, jack audio 3,5mm, serta konektivitas Intel Killer Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Pengaturan performa, mode sistem, pencahayaan RGB, hingga pemantauan perangkat dapat dilakukan melalui aplikasi PredatorSense.
Untuk audio, tersedia dua speaker 2W dengan DTS Virtual:X Ultra dan mikrofon yang didukung Acer PurifiedVoice untuk membantu meredam kebisingan melalui pemrosesan berbasis AI.
Project DualPlay Mini Bawa Konsep Handheld Sekaligus Laptop Mini
.jpg)
Selain Atlas 7, Acer memperkenalkan Project DualPlay Mini, konsep perangkat 8 inci yang dapat digunakan sebagai handheld gaming maupun perangkat produktivitas mobile.
Perangkat ini menggunakan desain flip-and-swivel yang memungkinkan perubahan dari mode genggam menjadi laptop mini. Untuk bermain, keyboard fisik dengan backlit dapat digunakan untuk genre seperti first-person shooter, sedangkan ketika bekerja perangkat dapat dihubungkan ke monitor eksternal.
.jpg)
Acer belum mengumumkan harga maupun jadwal ketersediaan Predator Atlas 7 di Indonesia. Perusahaan menyebut harga dan ketersediaan dapat berbeda menurut wilayah dan mengarahkan konsumen untuk memantau kanal resmi Acer Indonesia.