Salah satu perubahan yang dilakukan Roblox adalah memperketat akses komunikasi berdasarkan kelompok usia. Sistem tersebut diterapkan bersamaan dengan hadirnya Roblox Kids dan Roblox Select untuk menciptakan lingkungan yang lebih terbatas bagi pengguna anak dan remaja.
Roblox Batasi Chat Berdasarkan Usia
Untuk pengguna Roblox Kids berusia 5–12 tahun, Roblox tidak menyediakan fitur chat. Sementara itu, pengguna Roblox Select berusia 13–15 tahun hanya dapat berkomunikasi dengan teman yang dipercaya dan membutuhkan izin orang tua.
“Dengan berbagai langkah keamanan yang baru diluncurkan, kami sangat yakin anak-anak tidak akan berbicara dengan orang dewasa yang tidak mereka kenal. Untuk Roblox Kids usia 5–12 tahun, tidak ada chat. Sementara usia 13–15 tahun hanya dapat berkomunikasi dengan teman yang dipercaya dengan izin orang tua,” ungkap Tami dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id, Kamis (06/08/2026).
Menurut Tami, pembatasan tersebut membuat lingkungan komunikasi di Roblox menjadi lebih tertutup. Namun, perusahaan menyadari bahwa risiko keamanan tidak otomatis hilang hanya karena fitur komunikasi di dalam platform diperketat.
Hal ini menjadi perhatian karena anak masih dapat berpindah ke platform lain untuk berkomunikasi. Roblox pun mendorong anak dan orang tua memahami risiko ketika seseorang mengajak mereka melanjutkan percakapan di luar platform.
Roblox Siap Bekerja Sama dengan Penegak Hukum
Roblox juga memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dengan penegak hukum apabila terjadi kasus yang berkaitan dengan grooming atau predator online.
Tami menjelaskan bahwa perusahaan akan bergerak cepat dan memberikan informasi yang diperlukan kepada aparat apabila terdapat kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Jika sesuatu benar-benar terjadi, kami memiliki tanggung jawab untuk bekerja sangat cepat dengan penegak hukum dan memberikan informasi kepada mereka,” jelas Tami.
Di sisi lain, Roblox juga berupaya meningkatkan pemahaman anak dan orang tua mengenai keamanan digital. Perusahaan mengingatkan agar pengguna tidak mudah berpindah ke platform lain hanya karena diminta oleh seseorang yang mereka kenal melalui Roblox.
Tami menilai kemampuan memahami risiko di ruang digital atau digital literacy menjadi bagian penting dari perlindungan anak. Orang tua juga diharapkan dapat mengajarkan anak untuk mempertanyakan alasan seseorang mengajak mereka berkomunikasi melalui platform lain.
Roblox Tak Klaim Risikonya Mustahil
Meski berbagai pembatasan telah diterapkan, Tami tidak ingin mengatakan bahwa kemungkinan terjadinya grooming atau bahaya lain di internet benar-benar tidak ada.
Menurutnya, menyebut risiko tersebut mustahil justru tidak bertanggung jawab karena lingkungan internet terus berubah. Roblox memilih untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masalah melalui pengembangan fitur keamanan sekaligus edukasi bagi anak dan orang tua.
“Saya tidak akan pernah mengatakan bahwa hal itu mustahil. Menurut saya, tidak bertanggung jawab bagi siapa pun untuk mengatakan bahwa bahaya di internet itu mustahil,” kata Tami.
Tami menambahkan bahwa Roblox terus melakukan inovasi terhadap perangkat keamanan yang dimiliki serta memberikan edukasi kepada anak dan orang tua. Pendekatan tersebut dilakukan agar pengguna tidak hanya terlindungi oleh sistem, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengenali situasi yang berpotensi membahayakan.
Dengan pembatasan chat berdasarkan usia, kerja sama dengan penegak hukum, serta edukasi mengenai keamanan digital, Roblox berupaya memperkecil risiko grooming dan predator online. Namun, perusahaan menilai perlindungan anak di internet merupakan proses yang terus berkembang sehingga sistem keamanan dan literasi digital perlu terus diperbarui.
(Sheva Asyraful Fali)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda