Kabar penutupan BioWare mengejutkan industri game mengingat studio tersebut telah berdiri selama lebih dari 30 tahun sejak 1995. Sepanjang perjalanannya, BioWare telah melahirkan berbagai waralaba legendaris, seperti Baldur's Gate, Neverwinter Nights, hingga Star Wars: Knights of the Old Republic.
Unggahan di platform Reddit memperlihatkan tulisan pesan "#SaveMassEffect" menggunakan cat hitam di dinding bangunan serta jalan setapak menuju kantor utama EA di Spanyol. Meski demikian, perwakilan kelompok kampanye #SaveMassEffect menegaskan bahwa aksi grafiti tersebut tidak dilakukan oleh anggota resmi mereka.
Gelombang Protes dan Petisi Konsumen Global
Pembatalan proyek ini memicu reaksi keras dari komunitas gamer global. Lebih dari 120.000 penggemar telah menandatangani petisi penolakan penutupan studio. Melansir dari Game Rant, aksi protes bahkan merambah hingga ke New York City melalui penayangan iklan kampanye di papan reklame ikonik Times Square.Eskalasi protes ini juga menarik perhatian politisi Kanada, Avi Lewis. Ia menyerukan intervensi pemerintah untuk memberikan bantuan keuangan agar para karyawan dapat membeli kembali studio BioWare dari tangan EA.
Bocoran Detail Pengembangan Mass Effect Universe
Di sisi lain, penutupan studio turut mengungkap sejumlah detail terkait proyek Mass Effect Universe yang dibatalkan. Game ini sejatinya dirancang mengambil latar waktu setelah peristiwa Mass Effect 3 dengan mengusung sistem pilihan pemain yang memengaruhi jalannya cerita.Seorang mantan karyawan BioWare juga membocorkan adanya sejumlah penyesuaian yang diminta oleh EA selama proses pengembangan. Salah satu poin kontroversial yang diungkapkan mencakup permintaan EA untuk menghapus elemen bendera LGBTQIA+ dari dalam game Mass Effect Universe.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)