Jakarta: Mode Dark Zone di The Division Resurgence menjadi salah satu elemen paling menegangkan dalam permainan. Area ini tidak hanya menghadirkan musuh AI, tetapi juga mempertemukan pemain secara langsung dalam situasi PvPvE yang penuh risiko.
Di sinilah mekanisme Rogue Agent berperan. Sistem ini memungkinkan pemain beralih dari sekadar bertahan hidup menjadi ancaman bagi agent lain. Namun, keputusan tersebut bukan tanpa konsekuensi, karena setiap langkah sebagai Rogue Agent akan meningkatkan risiko diburu pemain lain.
Di sinilah mekanisme Rogue Agent berperan. Sistem ini memungkinkan pemain beralih dari sekadar bertahan hidup menjadi ancaman bagi agent lain. Namun, keputusan tersebut bukan tanpa konsekuensi, karena setiap langkah sebagai Rogue Agent akan meningkatkan risiko diburu pemain lain.
Apa Itu Rogue Agent?
Dalam Dark Zone, status Rogue Agent muncul ketika pemain melakukan aksi agresif terhadap agent lain, seperti menyerang atau mengganggu proses extraction. Saat status ini aktif, pemain tidak lagi dianggap sebagai sekutu, melainkan target.
Perubahan status ini menjadi inti dinamika Dark Zone. Pemain bisa memilih untuk bermain aman, atau mengambil risiko dengan memburu agent lain demi loot yang lebih besar. Begitu status Rogue aktif, posisi pemain akan lebih mudah terdeteksi dan berpotensi menjadi incaran.
Perubahan status ini menjadi inti dinamika Dark Zone. Pemain bisa memilih untuk bermain aman, atau mengambil risiko dengan memburu agent lain demi loot yang lebih besar. Begitu status Rogue aktif, posisi pemain akan lebih mudah terdeteksi dan berpotensi menjadi incaran.
Cara Menjadi Rogue Agent
Untuk menjadi Rogue Agent, pemain tidak membutuhkan proses yang rumit. Status ini dapat dipicu melalui tindakan langsung terhadap pemain lain, seperti menyerang atau membunuh agent di Dark Zone.
Selain itu, pemain juga dapat secara sengaja mengaktifkan status Rogue untuk memulai perburuan. Setelah aktif, sistem akan memberikan penanda serta timer tertentu yang menandai pemain sebagai target.
Kondisi ini membuat permainan berubah drastis. Dari yang awalnya eksplorasi dan farming, situasi bisa berubah menjadi pertempuran antar pemain dalam waktu singkat.
Di balik risikonya, menjadi Rogue Agent menawarkan potensi keuntungan yang tidak kecil. Pemain memiliki kesempatan untuk mengambil loot milik pemain lain, terutama saat momen extraction.
Selain itu, eliminasi terhadap agent lain juga memberikan reward tambahan, baik dalam bentuk XP maupun item. Sistem ini menciptakan pendekatan high risk, high reward, di mana keputusan agresif bisa berbuah hasil besar jika berhasil.
Bagi sebagian pemain, inilah daya tarik utama Dark Zone—ketidakpastian yang membuka peluang keuntungan lebih tinggi dibanding farming biasa.
Selain itu, pemain juga dapat secara sengaja mengaktifkan status Rogue untuk memulai perburuan. Setelah aktif, sistem akan memberikan penanda serta timer tertentu yang menandai pemain sebagai target.
Kondisi ini membuat permainan berubah drastis. Dari yang awalnya eksplorasi dan farming, situasi bisa berubah menjadi pertempuran antar pemain dalam waktu singkat.
Di balik risikonya, menjadi Rogue Agent menawarkan potensi keuntungan yang tidak kecil. Pemain memiliki kesempatan untuk mengambil loot milik pemain lain, terutama saat momen extraction.
Selain itu, eliminasi terhadap agent lain juga memberikan reward tambahan, baik dalam bentuk XP maupun item. Sistem ini menciptakan pendekatan high risk, high reward, di mana keputusan agresif bisa berbuah hasil besar jika berhasil.
Bagi sebagian pemain, inilah daya tarik utama Dark Zone—ketidakpastian yang membuka peluang keuntungan lebih tinggi dibanding farming biasa.
Risiko yang Harus Diwaspadai
Namun, status Rogue Agent juga membuat pemain berada dalam posisi rentan. Begitu status aktif, pemain akan menjadi target utama bagi agent lain di Dark Zone.
Jika terbunuh, loot yang dibawa berpotensi jatuh dan dapat diambil pemain lain. Situasi ini membuat setiap keputusan menjadi krusial, terutama saat membawa item bernilai tinggi.
Selain itu, proses extraction menjadi titik paling berbahaya. Pemain lain bisa memanfaatkan momen tersebut untuk menyerang dan merebut hasil farming.
Semakin lama bertahan sebagai Rogue, tekanan juga akan meningkat. Status yang lebih tinggi membuat pemain semakin mudah dilacak, sehingga risiko perburuan semakin besar.
Jika terbunuh, loot yang dibawa berpotensi jatuh dan dapat diambil pemain lain. Situasi ini membuat setiap keputusan menjadi krusial, terutama saat membawa item bernilai tinggi.
Selain itu, proses extraction menjadi titik paling berbahaya. Pemain lain bisa memanfaatkan momen tersebut untuk menyerang dan merebut hasil farming.
Semakin lama bertahan sebagai Rogue, tekanan juga akan meningkat. Status yang lebih tinggi membuat pemain semakin mudah dilacak, sehingga risiko perburuan semakin besar.
Strategi Bermain sebagai Rogue Agent
Agar tetap efektif, pemain perlu memperhitungkan situasi sebelum berubah menjadi Rogue. Memilih waktu yang tepat menjadi kunci, terutama saat kondisi area tidak terlalu ramai.
Bermain dalam tim juga memberikan keuntungan besar, karena koordinasi dapat membantu bertahan saat diburu. Selain itu, memilih lokasi extraction yang lebih sepi bisa mengurangi risiko kehilangan loot.
Yang tidak kalah penting, pemain sebaiknya tidak terlalu lama berada di Dark Zone setelah mendapatkan loot. Semakin lama bertahan, semakin besar peluang untuk disergap pemain lain.
Bermain dalam tim juga memberikan keuntungan besar, karena koordinasi dapat membantu bertahan saat diburu. Selain itu, memilih lokasi extraction yang lebih sepi bisa mengurangi risiko kehilangan loot.
Yang tidak kalah penting, pemain sebaiknya tidak terlalu lama berada di Dark Zone setelah mendapatkan loot. Semakin lama bertahan, semakin besar peluang untuk disergap pemain lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News