CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick.
CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick.

Dirundung Kasus Diskriminasi, Bos Acitivison Blizzard Potong Gaji

Cahyandaru Kuncorojati • 02 November 2021 15:02
Jakarta: Activision Blizzard yang sukses dari segi pendapatan game buatannya tetap punya pekerjaan rumah yang harus dibereskan yaitu kasus diskriminasi atau pelecehan dan lingkungan kerja yang buruk di kantornya. Dampaknya cukup serius, banyak pihak menduga kondisi tersebut membuat event BlizzCon 2022 dibatalkan.

Kini sikap dari CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick, mungkin bisa cukup diapresiasi. Dia dilaporkan rela menerima potongan gaji selama beberapa pekerja rumah perusahaannya belum diselesaikan, salah satunya kasus pelecehan dan lingkungan kerja yang toxic.

Tahun ini Kotick sendiri sudah memotong gajinya hingga separuh dan kini dia disebut ikhlas menerima penurunan gajinya menjadi paling rendah yaitu kisaran USD60.000 atau sekitar Rp856 juta untuk jabatannya. Dia juga mengklaim tidak akan menerima bonus apapun, dikutip dari WCCFTech.

“Saya meminta Dewan Direksi mengurangi kompensasi yang saya terima hingga mereka menilai kita telah mencapai target transformasi perusahaan terkait gender dan hal komitmen lainnya. Setiap sumber daya yang tersedia harus digunakan untuk menjadi pemimpin industri (game) dengan lingkungan kerja yang baik,” tuturnya.

Activision-Blizzard mengklaim sudah berencana untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja perempuan dan non-binary gender hingga 50 persen. Sebelumnya Activision Blizzard juga sudah sempat merespon permasalah ini dengan memecat petinggi yang memiliki masalah.

Kasus diskriminasi pekerja di Activision Blizzard cukup mengundang perhatian pemerintah di Amerika Serikat. Department of Fair Employment and Housing negara bagian California yang mengurus masalah ini bahkan sampai melakukan investigasi khusus dan menggugat Activision Blizzard untuk menyelesaikan masalah ini.

Meskipun sempat menyatakan bahwa gugatan tersebut tidak benar, namun akhirnya Kotick membuat permintaan maaf resmi setelah ribuan pegawai dan mantan pegawainya menandatangani petisi dan berdemo.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA