Selain Pesepak Bola, Musisi Drake Juga Miliki Tim Esports

Cahyandaru Kuncorojati 24 Oktober 2018 11:43 WIB
gamesesport
Selain Pesepak Bola, Musisi Drake Juga Miliki Tim Esports
(kiri-kanan) Musisi rap asal Kanada Scoot Braun dan Drake ikut memberikan dukungan untuk tim esport 100 Thieves. (Engadget)
Jakarta: Esport berhasil menarik perhatian tokoh populer dunia. Apabila kemarin pesepak bola terkenal yakni Mesut Ozil mengumumkan dukungannya dalam menciptakan tim esport, kini kabar terbaru datang dari musisi rap asal Kanada bernama Drake.

Dikutip dari The Verge, Drake, nama panggung dari Aubrey Drake Graham baru saja dikabarkan menjadi co-owner dari organisasi tim esport 100 Thieves. Drake disebut memberikan dukungan pendanaan kepada organisasi tim esport yang didirikan oleh mantan atlet esport profesional Amerika Serikat.

100 Thieves didirkan oleh Matthew "Nadeshot" Haag yang merupakan mantan atlet esport profesional untuk game Call of Duty dari tim OpTic Gaming.


Di tahun 2016, dia memiliki untuk membentuk organisais tim esport yang kini berfokus ke game League of Legends, Fortnite, dan Clash Royale.

Namun, tim 100 Thieves memang bukan yang sudah memperoleh prestasi dan anama legendaris seperti tim Na'Vi, Evil Geniuses, dan lain-lain yang terkenal seantero dunia. 100 Thieves juga berfokus ke fesyen seperti street wear.

Tentu saja uluran tangan Drake dinilai pihak esport diapresiasi positif. Drake sebagai musisi  memang beberapa kali tampil di Twitch untuk bermain game Fortnite bersama YouTuber game di Amerika Serikat.

Meskipun menyandang status co-owner, tampaknya Drake tidak akan menjadi coach untuk tim esport dari 100 Thieves, melainkan menjadi strategic advisor untuk branding tim tersebut, termasuk mengembangkan bisnis fesyen dari brand 100 Thieves.

Cukup berbeda dengan Mesut Ozil yang menciptakan tim esport sesuai profesi. Ozil mendirikan tim esport untuk game FIFA dengan menggandeng tim pemain game FIFA terbaik di kompetisi internasional.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.