Stadia Controller. (Google)
Stadia Controller. (Google)

Lihat Google Stadia, Bos Xbox: Kita Bakal Lebih Besar

Teknologi google microsoft
Cahyandaru Kuncorojati • 22 Maret 2019 10:23
Jakarta: Sebelum diperkenalkan sebagai Stadia, Google Project Stream sudah diprediksi jadi kompetitor proyek serupa milik Microsoft Xbox yaitu Project xCloud. Usai perkenalannya, banyak yang penasaran melihat reaksi Xbox yang melihat kompetitornya lebih dulu meresmikan layanan.
 
VP Gaming Microsoft dan Head of Xbox Phill Spencer juga menyaksikan peluncuran Stadia. Baru ini, beredar surat edaran internal Xbox yang berasal dari Spencer, isinya tanggapan atas peluncuran Stadia.
 
"Pengumuman mereka adalah sebuah validasi atas usaha yang sudah kami lakukan sejak dua tahun lalu. Hari ini kira melihat banyak kompetitor yang masuk ke pasar gaming dan membuktikan bahwa Conten, Community, dan Cloud, adalah perpaduan yang penting," tulis Spencer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Spencer dikabarkan tidak terlalu terkejut dengan pengumuman Stadia. Hal menarik bagi Spencer adalah integrasi layanan YouTube, Google Assisstant, dan WiFi controller.
 
Seperti yang diketahui, Stadia Controller terhubung menggunakan WiFi dan terkoneksi ke cloud Stadia. Di atas controller tersedia tombol untuk membagikan video game live stream ke YouTube, dan ada tombol khusus untuk mengakses Google Assisstant.
 
"Google menjadi besar hari ini dan kita masih punya waktu beberapa bulan sebelum E3 untuk menjadi besar juga," tulis Spencer.
 
Hal ini memberikan petunjuk bahwa Project xCloud akan diresmikan pada E3 2019. Di Oktober 2018 Microsoft Xbox sudah lebih dulu memamerkan konsep Project xCloud kemudian disusul Google Project Stream.
 
"Kita harus tetap tangkas dan melanjutkan pengembangan dengan memposisikan pelanggan sebagai fokus. Kita memiliki konten, komunitas dan tim serta trategi teknologi cloud. Seperi yang sudah saya katakan, ini semua tergantung eksekusinya, tulis Spencer.
 
Saat pengumuman Project xCloud tahun lalu, Microsoft menyatakan bahwa saat ini mereka sudah bekerja sama dengan lebih dari 3.000 tim developer game yang saat ini game mereka dinyatatakan siap diakses lewat layanan Microsoft Project xCloud.
 
Micorsoft menyebutkan layanan ini akan berbasis pada fasilitas data center Microsoft Azure yang sudah dimodifikasi, juga untuk mendukung layanan streaming game. Ada 54 data center Azure yang tersebar di seluruh dunia, dan sudah menyediakan layanan cloud untuk 140 negara.
 
Data tersebut cukup menjawab seberapa luas jangkauan layanan Microsoft Project xCloud nantinya setelah resmi bisa dirilis. Mereka mengaku saat ini tengah mencoba menyajikan pengalaman bermain di kecepatan 10Mbps dengan tingkat latensi serendah mungkin.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif