Melansir laporan dari Game Rant, keputusan pailit ini merupakan buntut dari krisis keuangan parah yang dialami perusahaan selama berbulan-bulan. Media bisnis Swedia, Breakit, mengungkapkan bahwa Liquid Swords gagal membayarkan hak gaji para pekerjanya dalam beberapa bulan terakhir.
Proses hukum ini tidak diajukan secara mandiri oleh manajemen Liquid Swords. Langkah kepailitan ini murni ditempuh oleh para pekerja yang mengajukan petisi resmi ke pengadilan setelah terus bekerja tanpa menerima gaji. Dampak langsung dari keputusan tersebut membuat sekitar 30 karyawan yang tersisa harus menyelesaikannya dengan pemutusan hubungan kerja.
Penjualan Aset dan Nasib Kekayaan Intelektual Game Samson
Meski dinyatakan bangkrut, hal ini belum tentu menjadi titik akhir bagi pengembangan Samson. Studio tersebut masih memiliki satu jalur potensi penyelamatan melalui prosedur kebangkrutan yang tengah berjalan di bawah pengawasan kurator.Saat ini, pihak Cirio mulai menawarkan seluruh bisnis dan aset milik Liquid Swords kepada calon pembeli. Aset utama yang ditawarkan mencakup hak kekayaan intelektual (intellectual property/IP) dari game Samson, dengan batas akhir penyerahan penawaran indikatif pada 21 Oktober 2026 pukul 12.00 CEST.
Tim kurator kebangkrutan juga berupaya menjaga Samson tetap beroperasi secara komersial dalam kurun waktu tersebut demi mempertahankan nilai jual dan daya tarik IP yang ditawarkan kepada investor baru.
Profil Studio Liquid Swords dan Perjalanan Game Samson
Liquid Swords pertama kali didirikan pada 2020 oleh Christofer Sundberg, sosok yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri Avalanche Studios serta pencipta waralaba game populer Just Cause. Studio ini menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menggarap Samson sebagai karya debutnya.Game open world tersebut resmi meluncur di platform PC pada April 2026, sebelum akhirnya diboyong ke konsol PlayStation 5 dan Xbox Series X/S pada September 2026. Sayangnya, hanya berselang satu bulan setelah perilisan di konsol, studio pengembangnya harus menyetop operasional akibat kendala finansial.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)