CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick.
CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick.

Activision Blizzard Kejar 1 Miliar Gamer dalam 5 Tahun

Teknologi teknologi games activision blizzard
Cahyandaru Kuncorojati • 21 November 2019 11:22
Jakarta:Activision Blizzard tahun ini sedang dalam masa kejayaan dan kontroversi. Mereka berhasil merilis game dengan sukses besar, menyiapkan game baru, dan kontroversi terkait pemberian sanksi kepada gamer.
 
Dalam sebuah kesempatan CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick diwawancarai oleh CNBC Amerika Serikat dalam sebuah acara. Di sini dia menyatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya memiliki target mengantongi gamer lebih banyak lagi dalam lima tahun ke depan.
 
Tidak main-main, Kotick menargetkan satu miliar gamer sebagai basis penggemar game Activision Blizzard. Dia sagat optimistis bahwa target ini bukan hal mustahil, dikutip dari WCCF Tech.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini kami punya sekitar 350 juta pengguna di 190 negara. Ini bukan hal buruk untuk bisa mencapai satu miliar pengguna di lima tahun ke depan. Caranya di awali dengan beberapa rilis konten secara berkala, membawa franchise yang dimiliki dan besar ke platform baru," ujar Kotick
 
Menurut Kotick, kesempatan terbaik saat ini mungkin hanya bisa ditemukan sekali dalam 30 tahun terakhir sejak dirinya menjabat. Dia kembali mengingat lagi lima tahun belakangan di mana untuk bermain game seorang gamer harus menyediakan uang USD300 di PlayStation atau Xbox dan USD1000 untuk memiliki PC.
 
"Saat game bisa dimainkan di smartphone, pasar game meledak dan angka audiens berkembang dari ratusan juta menjadi miliaran hingga triliun yang sangat potensial," tuturnya.
 
"Kami punya franchise terbaik yang berkembang dengan usia cukup lama. Kebanyakan franchise tersebut belum tersedia di platform smartphone. Kami meluncurkan Call of Duty pertama kali di smartphone. Dalam waktu satu bulan, ada 100 juta gamer yang registrasi," jelasnya.
 
Dia mulai menyadari bahwa franchise yang dimiliki Activision Blizzard dari konsol ke PC kemudian smartphone berpengaruh terhadap angka audiens atau gamer bertambah pesat.
 
Kotick juga tidak lepas dari pertanyaan mengenai pemberikan sanksi dari Blizzard kepada gamer Hearthstone asal Hong Kong, Chung Ng "Blitz Chung" Wai. Gamer ini memberikan seruan pro Hong Kong terkait demo atas Tiongkok dalam sebuah live streaming.
 
Hal ini awalnya dilihat oleh Blizzard sebagai tindakan menarik isu politik ke industri game. Banyak pihak melihat respon Blizzard dengan memberikan sanksi sebagai bentuk takut bisnisnya di Tiongkok menjadi terganggu.
 
Kotick menyatakan bahwa dirinya bertanggung jawab untuk mengendalikan komunitas dengan cara menyediakan kesenangan melalui video game. Tanggung jawabnya adalah menciptakan komunitas yang aman, nyaman dan memuaskan lewat hiburan yang disediakan.
 
"Saya merasa tidak memiliki hak untuk menyediakan platform sebagai ruang pandangan politik. Saya pikir tanggung jawab saya adalah membuaskan audiens, pemegang saham, dan pegawai," jawab Kotick dengan diplomatis.
 
Kotick menyatakan dirinya sangat tertarik dengan orang yang menyatakan pandangannya dan sekali lagi dia menyatakan setiap orang punya hak untuk menyampaikan pendapatnya megenai pemerintah atu kebijakan politik yang ada.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif