Agate dan Ciayo mengumumkan kerja sama melalui platform game visual novel bertajuk Memories.
Agate dan Ciayo mengumumkan kerja sama melalui platform game visual novel bertajuk Memories.

Kolaborasi Agate dan Ciayo Lahirkan Platform Memories

Teknologi teknologi game
Lufthi Anggraeni • 22 Januari 2020 07:24
Jakarta: Agate dan Ciayo mengumumkan kerja sama dalam menghadirkan platform bertajuk Memories. Ini merupakan wadah penulis untuk menyampaikan hasil tulisan dalam bentuk game.
 
“Memories merupakan aplikasi game visual novel yang berisi gabungan cerita interaksi fiksi. Uniknya, interaksi ini bahkan memperbolehkan pembaca untuk menentukan sendiri alur cerita yang dimainkan,” ujar CEO dan Founder Victorius Primadi.
 
Platform ini lebih menyasar gamer perempuan usia 16-36 tahun, juga untuk pengguna perempuan yang gemar menonton konten drama, serta pembaca komik dan pemain game kasual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ciayo dan Agate menjelaskan bahwa platform ini menghadirkan dua jenis permainan dalam sejumlah genre seperti romansa, horor dan cerita sehari-hari. Kedua jenis permainan ini yaitu Visual Novel dan Chat Stories.
 
Dalam jenis permainan Visual Novel, pengguna akan diposisikan sebagai karakter utama dalam cerita yang diusung game, dan memiliki pilihan untuk menentukan jalan cerita selanjutnya.
 
Setelah cerita yang dipilih mencapai tahap akhir, pemain dapat mengulang chapter atau episode untuk mengetahui alur cerita yang tidak dipilih sebelumnya.
 
Sementara itu, jenis permainan Chat Stories memungkinkan penulis awam untuk menuangkan ide ceritanya dalam bentuk percakapan serupa aplikasi pesan instan pada Memories. Ciayo menyebut bahwa cerita yang masuk dalam judul terfavorit memiliki peluang untuk dikonversi menjadi novel visual.
 
CEO Agate Arif Widhiasa menjelaskan bahwa platform ini dibuat setelah menemukan data bahwa pada tahun 2017, 60 persen dari gamer di Indonesia merupakan perempuan. Hal ini dinilai sebagai peluang menguntungkan sebab saat ini, ketersediaan game mobile untuk perempuan kurang banyak.
 
Selain itu, Agate juga menyebut tren yang mengusung game serupa di luar negeri turut menjadi salah satu alasan menelurkan platform Memories ini. Namun, Arif menyebut game serupa yang populer di luar negeri mengusung budaya tidak sesuai untuk Indonesia, sehingga Agate dan Ciayo menghadirkan game dengan alur cerita yang sudah disesuaikan dengan budaya Indonesia.
 
Melalui platform ini, baik Agate maupun Ciayo berharap dapat menghadirkan ekosistem lebih baik untuk penulis cerita, dan dapat menyuguhkan cerita dan game yang dapat dinikmati oleh banyak orang secara gratis melalui metode freemium.
 
Metode freemium memungkinkan pengguna menikmati secara gratis berkat subsidi dari pengguna berlangganan berbayar. Namun, pembaca versi gratis hanya dapat memainkan game dengan akses terbatas, dan dapat dinikmati dengan melakukan pembelian dalam aplikasi.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif